Pentingnya Peran Orang Tua Bantu Fokus Anak Belajar Daring

DENPASAR – fajarbali.com | Sebagian besar sekolah di Indonesia khususnya di Bali melakukan penyesuaian akibat pandemi virus Corona Covid-19. Anak tetap mendapatkan tugas-tugas sekolah agar mereka bisa belajar meski tidak datang ke sekolah. Akan tetapi, suasana rumah pastinya berbeda dengan sekolah.

Ada saja hal yang bisa mengganggu konsentrasi belajar anak. Selain itu, Banyak tantangan saat siswa harus belajar daring. Salah satunya kemampuan untuk memahami mata pelajaran yang disampaikan oleh guru secara virtual. Ada kalanya anak yang kurang fokus belajar, efeknya akan berimbas pada orang tua yang sedang bekerja.

 

Menurut Akademisi, Dr. Dra. Ida Ayu Tary Puspa ada beberapa cara cerdas bagi para orang tua untuk membantu anak agar bisa fokus saat belajar daring diantaranya, ciptakanlah suasana yang tenang. Eliminasi stimulan yang tidak perlu dan bisa mengganggu konsentrasi anak seperti, suara musik atau televisi.

 

“Gunakan earphone atau headphone jika terbiasa memutar lagu sebagai teman saat bekerja. Jika tidak bisa benar-benar mengeliminasi gangguan ini maka usahakan untuk meminimalkan,” ujarnya, Kamis (6/8) saat dihubungi di Denpasar.

 

Tary Puspa juga menuturkan, orang tua dihimbau untuk duduk bersama anak. Riset menunjukkan, anak akan bermain lebih lama saat orang tua duduk di sampingnya. Prinsip ini bisa saja berlaku saat anak belajar. Coba untuk temani anak dan duduk saat mulai belajar.

 

“Orang tua bisa duduk sambil membaca atau membuka laptop sembari bekerja. Sesekali lemparkan senyum pada anak tanpa mengajaknya untuk mengobrol. Anak pun bisa tetap fokus belajar. Selain itu, Tetapkan target lama waktu belajar anak. Orang tua tidak perlu memaksakan anak dengan target yang tinggi. Coba ajak anak untuk membaca dengan konsentrasi penuh selama 5-10 menit, lalu beri waktu untuk berhenti sejenak,” ungkapnya.

 

Saat anak sudah mencapai target, tambahkan waktu sedikit demi sedikit misal hari ini 10 menit lalu keesokan harinya ditambah lagi 5 menit. Jabarkan strategi ini pada anak agar dia sadar akan target-target yang ditetapkan.

 

Tary Puspa menegaskan, orang tua juga wajib mendorong anak untuk aktif. Pastikan anak yang sepenuhnya mengerjakan tugas-tugasnya. Saat orang tua banyak mengambil alih dalam tugasnya, maka yang berkonsentrasi justru hanya orang tuanya dan bukan si anak.

 

“Kita berharap, agar pembelajaran berlangsung di rumah ini menjadi momentum menjalin komunikasi yang lebih baik antaranggota keluarga. Selain meningkatkan kreativitas, anak bisa diajak untuk terbiasa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Serta, menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19, seperti tetap berada di rumah, menggunakan masker, mencuci tangan,” tutupnya. (dar).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Harga Komoditas Bahan pokok Awal Agustus Masih Normal

Kam Agu 6 , 2020
GIANYAR – fajarbali.com | Memasuki awal Agustus 2020 ini, beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga. Walau demikian, sebagian besar harga bahan pokok masih stabil dan beberapa mengalami penurunan harga. Hal ini dibenarkan Kadisperidag Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Kamis (6/8/2020).