Penilaian Ogoh-ogoh Diawali di Denpasar Timur

Dewa Juli juga menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusifitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini. “Kepada semua pihak termasuk pesa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaaga kondusifitasnya serta menaati aturan pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh,” tegasnya.

Dewan Juri, I Gede Anom Ranuara bersama I Wayan Butuantara menjelaskan, aspek penilaian lomba ogoh-ogoh ini meliputi tema, proposional, kombinasi dengan teknologi, ornamen serta penggunaan warna. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini guna mensosialisasikan tentang pakem-pakem penting dalam ogoh-ogoh sebagai uperengga dalam rangkaian hari Suci Nyepi. “Kami berharap pemahaman tentang seni budaya yang memiliki pakem seperti ogoh-ogoh ini dapt disosialisasikan sejak dini, sehingga pembuatan ogoh-ogoh dapat sesuai dengan tattwa agama Hindu,” jelasnya.

Sementara, Ketua ST. Eka Dharma Canti, I Putu Oka Mahendra menyambut baik adanya lomba ogoh-ogoh ini. Selain menjadi wahana kompetisi juga dapat menjadi wadah edukasi tentang pemahaman tattwa agama serta membangkitkan kebersamaan dan gotong royong di dalam STT. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan semoga dapat dilaksanakan setiap tahunnya untuk mendukung kreativitas STT di Kota Denpasar,” ucapnya. (car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top