Selain itu, baik legislatif maupun eksekutif, adat selalu mendapat perhatian penuh. Oleh karenanya, kedepan bantuan kepada Desa Adat juga akan ditingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah juga masih melakukan kajian terhadap pemberian bantuan keuangan kepada Desa Adat secara proporsional.
Perhatian terhadap Desa Adat sejatinya telah dilakukan sejak dahulu. Contohnya saja saat pendirian Lembaga Keuangan milik Desa Adat (LPD). Awalnya mendapat bantuan dari pemerintah antara Rp2,5 -10 juta kala itu. Akan tetapi dalam perjalanannya, ada LPD yang bermasalah akibat salah dalam pengelolan. Bahkan, sampai masuk ke ranah hukum.
"Saya berharap kalau sekarang ada masalah aparat masuk, sampai-sampai Sri Mulyani Menkeu terkejut. Kenapa, ada uang dari Bali, ternyata uang adalah bantuan yang dihibahkan oleh pemerintah. Saya minta, kalau yang bermasalah pengelolanya, silahkan pengelolanya diproses . LPD sebagai aset adat jangan diutak atik dan biarkan aset adat itu tetap utuh," jelasnya.
Terakhir, mantan Bupati Tabanan dua periode ini menyampaikan pesan, dengan kesuksesan Bali menjadi lokasi G20, tentunya seluruh mata dunia tertuju di Bali. Sehingga, hal tersebut menegaskan jika Bali aman untuk dikunjungi. "Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi dipastikan ekonomi Bali akan bangkit,” tutupnya. her










