SEMARAPURA-fajarbali.com | Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memajukan masyarakat.
Program ini menjadi wadah untuk menerapkan ilmu di lapangan sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.
KKN biasanya dilaksanakan di daerah yang membutuhkan pengembangan, seperti pedesaan. Mahasiswa tinggal bersama warga, berbaur dalam kehidupan sehari-hari, serta merancang dan menjalankan program yang relevan dengan kebutuhan desa.
Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa dibekali pelatihan untuk meningkatkan kemandirian dan kesiapan menghadapi tantangan.
Mereka diajarkan cara mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan menerapkannya secara langsung di masyarakat.
Salah satu program KKN yang berhasil dijalankan oleh mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung adalah “Pengembangan Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan” melalui pembuatan dan penggunaan pestisida nabati.
Program ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada proses penyiapan fermentasi pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya tua. Daun dihancurkan, dicampur dengan air, lalu diperas untuk diambil sarinya.
Sari daun tersebut dimasukkan ke dalam botol untuk difermentasi selama 24 jam sebelum ditambahkan sedikit deterjen cair.
Hari kedua diisi dengan penyuluhan kepada 20 petani lokal. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi seputar manfaat serta cara penggunaan pestisida nabati.










