Hal tersebut juga akibat dari ketegasan Pemerintah Provinsi Bali, Walikota Denpasar dan Bupati Badung yang tidak pernah lelah mengarahkan masyarakat meski diwarnai pro kontra.
"Menggiring masyarakat untuk membangun antusiasme dalam melakukan kegiatan kebersihan setiap hari, memang menjadi suatu hal yang tidak sederhana. Merasa lelah boleh tapi jangan pernah capek," ujar Faizol Nurofiq.
Terkait aksi corve Pemuda Muhammadiyah ini, ia sangat mengapresiasi. Menurutnya, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah mengajarkan bahwa di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Terlebih Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia. Persoalan sampah tidak boleh menjadi gangguan.
"Ini simbol bahwa Muhammadiyah benar-benar konsen terkait dengan lingkungan. Semakin banyak organisasi-organisasi kepemudahan dan organisasi yang lainnya terlibat dalam kegiatan lingkungan hidup, terutama penanganan sampah, menjadi semakin baik," pungkasnya.
Pada kesempatan itu diserahkan pula sejumlah tong sampah untuk mendukung proses pemilihan sampah di Pantai Kedonganan. Peserta berhasil memungut sampah di bibir pantai. Salah satu jenisnya botol bekas minuman kemasan. (gde)










