"Kita tahu bahwa periode emas bagi korban kecelakaan/pasien itu 30 menit. Jadi dengan adanya ambulans ini, diharapkan mempercepat korban mendapatkan layanan," kata Rivan.
Senada, Bendesa Agung MDA Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, mengatakan, ambulans menjadi suatu kebutuhan yang mendesak mengingat padatnya arus lalulintas, terutama di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.
Agung Putra Sukahet menegaskan, meski ambulans diserahkan ke MDA, bukan berarti peruntukannya untuk masyarakat adat saja.
"Untuk operasionalnya, kami kerja sama dengan BPBD, RS Bali Mandara dan yang lainnya. Siapa pun bisa menggunakannya. Tidak hanya masyarakat adat," pugkasnya. Gde










