Pemprov Bali Kejar Target Vaksinasi

Saat ini, Pemprov Bali berupaya untuk mempercepat vaksinasi terhadap nakes. Salah satu yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar agar menghadirkan nakes. “Kita juga lakukan regular tempat para nakes itu tetap berjalan, ketika secara masal ini belum sesuai harapan kami akan berkoordinasi kembali dengan Walikota Denpasar supaya mendatangkan tenaga kesehatannya. Jika dilihat tenaga kesehatan tidak ada alasan lambat, akrena divaksin nakes lebih mudah jika dibandingkan dengan masyarakat. Kita cari tahu masalahnya, leadrship kah atau gimana khusus di Denpasar,” tutur mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini.

Harapannya, Vaksinasi yang dilakukan pada tanggal 4-5 Februari bisa berjalan dengan sesuai rencana. Mengingat, dari total 13 ribu Nakes, baru 7.500 nakes yang di Vaksin. “Se-Bali diangka 56,14 persen. Khusus di Denpasar 57,75 persen di bawah capaian Provinsi Bali,” akunya.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menyampaikan, banyak ditemukan jika Nakes diketahui memiliki Hipertensi. Sehingga urung di Vaksinasi. “Saat dicek baru tahu hipertensi, apakah karena tegang atau memang tidak tahu. Itu salah satu penyebabnya banyak yang tidak bisa divaksin,” kata dia.

Sesuai dengan aturan, dengan kondisi Nakes seperti itu, vaksinasi tak bisa dilakukan. Maka disarankan untuk berobat terlebih dahulu. Apabila tekanan darah sudah turun, bisa dilakukan Vaksinasi. “Kalau ada hipertensi berobat saja, dua sampai tiga hari setelah itu bisa divaksin. Ada beberapa hipertensi, dia minum obat, divaksin normal dan baik-baik saja,” pungkasnya. (her)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top