"Maka pengiriman harus satu pintu, agar gampang terpantau. Karena sekarang pengirim sapi kalau dapat untung main besar saja, sapi Bali ikon kita dari dulu harus dipertahankan," tandasnya.
Politisi asal Desa Liligundi Buleleng ini menegaskan bahwa sekarang sudah ada asosiasi pengirim sapi Bali yang resmi. Diharapkan pengiriman sapi Bali melalui satu pintu di asosiasi tersebut. "Kita ingin teratur, dan gubernur mengeluarkan surat edaran," harapnya.
Lantaran khawatir, populasi sapi Bali akan menurun. Terlebih Pemprov Bali belum bisa membuat indukan untuk menambah populasi. "Termasuk penurunan pengiriman 60 ribu ke 30 ribu karena indikasi ini juga, karena sudah kita kejar sebelumnya," pungkasnya.










