Pemkot Denpasar Apresiasi KKN IPE Poltekkes 2026, Beri Energi Positif hingga Ciptakan Peluang Bisnis

IMG-20260204-WA0011
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, S.Tr. Keb., S.Kep.Ners., M.Kes., bersama Kepala Dinas PMD Kota Denpasar I Wayan Budha, meninjau expo serangkaian penutupan KKN IPE 2026 di Kota Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar mengakhiri masa Kuliah Kerja Nyata Interpofesional Education atau KKN IPE di wilayah Kota Denpasar.

Penutupan berlangsung di Wantilan Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya, Rabu (4/1/2026) ditandai penandatanganan berita acara antara Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar serta pelepasan atribut KKN.

Perwakilan mahasiwi/koordinator KKN IPE Wilayah Denpasar, Anak Agung Ari Adristi Pradnyaswari, melaporkan, jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 243 yang terbagi menjadi delapan kelompok. Tiap kelompok ditugaskan masing-masing di Desa Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Dauh Puri Kauh, Pemecutan Kelod, Panjer, Pedungan, Sesetan, dan Sidakarya.

Komposisi tiap kelompok terdiri dari jurusan keperawatan, kebidanan, teknologi laboratorium medis, gizi, kesehatan gigi, dan kesehatan lingkungan. "Sehingga terbangun kolaborasi dalam memecah dan mencari solusi atas setiap permasalahan kesehatan di lapangan," jelas Ari Adristi.

Dalam laporannya, mahasiswa telah melakukan pengkajian terhadap 2.496 KK Denpasar. Berdasarkan hasil kajiannya, ditemukan permasalahan kesehatan yang didominasi penyakit tidak menular yaitu hipertensi sebesar 12% dan diabetes melitus 3%, serta penyakit menular TBC sebesar 1%.

Selain itu, masih ditemukan rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin, kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental pada remaja, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan pengelolaan lingkungan yang belum optimal. Mahasiswa juga terlibat di kegiatan posyandu di 8 desa/kelurahan.

Untuk itu, pihaknya melaksanakan berbagai kegiatan promotif dan preventif melalui skrining kesehatan hampir seluruh banjar di 8 desa/kelurahan.

Juga edukasi kesehatan untuk semua kelompok usia, membangun/memperkuat desa tanggap bencana, membantu pengelolaan sampah, serta menciptakan makanan dan minuman bergizi berbahan sumber pangan lokal.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah desa/kelurahan, puskesmas setempat, Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat yang telah menerima kami dengan baik. Semoga kerja sama ini terus berlanjut," ungkapnya.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Virus Corona, 5 Hal Penting Ini Perlu Diketahui

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, S.Tr. Keb., S.Kep.Ners., M.Kes., menjelaskan, KKN IPE tahun 2026 mengusung tema “Generasi Muda Tangguh, Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular”. Pelaksanaannya dimulai sejak 19 Januari. Selain Kota Denpasar, ia juga menyebar mahasiswa di Kabupaten Gianyar dan Badung.

Poltekkes, lanjut Sri Rahayu, merupakan perguruan tinggi negeri milik Kementerian Kesehatan. Jumlahnya sebanyak 38 tersebar di tiap provinsi. Sehingga kehadiran Poltekkes senantiasa memberikan dampak positif di wilayahnya.

Sri Rahayu memuji mahasiswanya yang mampu beradaptasi dengan baik, termasuk kreativitas menciptakan beraneka ragam makanan tambahan yang sehat dan murah. Semua hasil kreativitas kelompok KKN IPE dipamerkan dalam expo di lokasi penutupan.

"Kreativitas adik-adik mahasiswa ini berpotensi besar menjadi peluang bisnis. Secara tidak langsung turut menyehatkan masyarakat dengan produk makanan/minuman sehat," jelasnya. "Untuk hasil temuan masalah kesehatan nanti akan ada tindak lanjut," imbuh Sri Rahayu.

Senada, Wali Kota Denpasar diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) I Wayan Budha, juga memuji produk-produk yang dihasilkan selama KKN. Tidak hanya makanan dan minuman, mahasiswa juga menciptakan tong sampah berbahan barang bekas, hingga minyak dengan berbagai fungsinya.

Ia menyakini semua produk ciptaan mahasiswa Poltekkes berkualitas tinggi karena dibuat berdasarkan keahlian akademik dari berbagai latar keilmuan. "Saya rasa peluang bisnis sangat bagus. Apalagi bisa dijual online era sekarang. Enggal perlu sewa toko," kata Budha.

Pemerintah Kota Denpasar, lanjut Budha, mengapresiasi para mahasiswa yang telah memberikan warna baru dan energi positif bagi warga kota. Apalagi tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan Kota Denpasar.

Menurutnya, tren penyakit menular didominasi inveksi pernapasan, TBC dan demam berdarah. Belum lagi penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan seperti diare. Sedangkan penyakit tidak menular, hipertensi dan diabetes menjadi ancaman penduduk usia produktif.

BACA JUGA:  Sekda Dewa Indra Ingin RSUD Bali Mandara Jadi Rumah Sakit Paripurna

"Sebabnya tentu banyak ya, bisa kurang gerak ditambah pola hidup yang tidak terkontrol. Semogaa setelah diedukasi oleh adik-adik mahasiswa, terjadi perubahan perilaku warga karena mahasiswa adalah agen perubahan," pungkas Budha. Untuk stand expo terbaik, juara I disabet kelompok Desa Sidakarya, disusul Dauh puri Kelod dan Kelurahan Panjer.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top