“Adapun pengelolaanya dilakukan oleh BPSPAMS di masing-masing desa dengan memberdayakan kelompok-kelompoknya. Sedangkan pengelolaan air minum melalui BUMDES tidak dilaksanakan dikarenakan kebijakan Kabupaten mengedepankan pengelolaan bumdes melalui produk unggulan masing-masing desa seperti padi, kopi, coklat, manggis, kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” jelasnya.
Bupati Majene Dr. H. Fahmi Massiara mengungkapkan tujuan pihaknya melakukan studi banding adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Pamsimas di Kabupaten Tabanan dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan sampai pengawasan serta pengelolaannya, serta peran aktif masyarakat dalam program Pamsimas, dan menambah pengetahuan tentang pengelolaan Bumdes dan Inovasi Desa.
Pihaknya menjelaskan studi banding ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Unsur pengelola program pamsimas tingkat kabupaten, para kepala desa/lurah pasca program, fasilitator Pamsimas dan anggota BPSPAMS Desa Pasca Pamsimas. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas penerimaan Pemkab Tabanan yang sangat baik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tabanan yang telah menerima kami dengan sangat baik. Semoga kunjungan ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak,” imbuhnya. (kdk)










