Pemkab Gianyar Prioritaskan Penanganan Stunting

Intervensi gizi sensitif dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dan berkontribusi pada 70% intervensi stunting. Kegiatan terkait intervensi gizi sensitif dapat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yang umumnya makro dan dilakukan secara lintas sektoral.

 

Kepala Bappeda dan Litbang Gianyar sekaligus ketua tim penanggulangan stunting, Gede Widarma Suharta mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya secara teknis meliputi sosialisasi, yang tak hanya menyasar ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun dan balita, namun juga menyasar kalangan remaja, calon pengantin, dan ibu hamil. Memberikan asupan gizi serta pencegahan infeksi, serta diupayakan lingkungan sehat, akses air bersih, pembiayaan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan sejak PAUD. Juga diupayakan melalui peningkatan ketahanan dan keamanan pangan sampai bantuan sosial kepada keluarga rawan. “Semua ini dilaksanakan tim penanggulangan stunting berdasarkan SK Bupati Gianyar,” terang Widarma Suharta.

 

Berdasarkan Riskesdas 2013 ada 10 desa di Kabupaten Gianyar yang memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Diantaranya, Desa Lebih, Siangan, Lodtunduh, Singakerta, Sanding, Manukaya, Pupuan, Taro, Kedisan, dan Bresela. 10 desa ini kemudian menjadi prioritas penanganan stunting hingga tahun 2020 ini. Tahun 2021 akan ditetapkan lagi desa-desa yang perlu menjadi prioritas penanganan stunting, mengingat 10 desa sebelumnya telah cukup berhasil dalam penurunan angka prevalensi stunting.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top