Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng I Nyoman Riang Pustaka menyebutkan saat ini ada 134 orang PLKB. Jumlah ini masih kurang dari jumlah desa/kelurahan yang ada di Buleleng sebanyak 148 desa/kelurahan. Dengan julah tersebut ada satu orang PLKB yang menangani dua desa. Buleleng masih kekurangan 14 orang PLKB lagi. “Sampai saat ini belum ada regulasi yang memperbolehkan merekrut penyuluh baru sesuai dengan edaran Kemenpan-RB. Sudah dari 2009 ada penyuluh yang memang menangani dua desa. Kemarin ada penyuluh yang mengikuti seleksi PPPK namun hanya 14 orang yang lulus,” sebut dia.
Mantan Camat Seririt dan Camat Buleleng ini juga mengungkapkan jumlah 22 kendaraan ini sesuai dengan proposal yang diajukan ke BKKBN pusat. Spesifikasinya mengikuti juknis yang tertuang di DAK. Kendaraan ini diprioritaskan untuk desa-desa di pinggir dan letaknya jauh. Seperti Desa Pejarakan dan Sumberklampok di Kecamatan Gerokgak serta Desa Bongancina di Kecamatan Busungbiu. Sebelumnya sudah ada kendaraan dan totalnya 134. Tapi ini belum semua desa/kelurahan. Idealnya satu PLKB satu kendaraan. Masih kurang hingga 14 kendaraan lagi.
“Ini masih dalam tahapan evaluasi untuk kendaraan yang dulu. Apakah kondisinya masih baik atau setengah baik. Yang jelas tahun lalu ada 10 ditambah sekarang 22 kendaraan yang kondisinya kita pastikan baik. Sementara kendaraan yang lama dioptimalkan dengan kondisinya. Mudah-mudahan tahun depan kita dapat lagi. Tergantung dari pusat,” tutup Riang Pustaka. W - 008










