Ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. “Perubahan pola makan dan kebiasaan memasak, serta cara kita mendidik anak mengenai makanan, semuanya dimulai dari kita sebagai orang tua,” katanya.
Lebih lanjut, Charles juga menekankan pentingnya penguatan Badan Gizi Nasional untuk memastikan kebijakan gizi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Alwin Supriyadi, menyampaikan bahwa program MBG merupakan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. “Individu dengan gizi yang terpenuhi akan memiliki kesehatan yang baik dan memicu perkembangan potensi. Dengan generasi yang berkembang, Indonesia akan lebih siap bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi. “Program MBG ini mendorong konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman berbasis pangan lokal. Dengan gizi berkualitas, kita membangun generasi yang sehat, aktif, dan produktif,” ujar Alwin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam keberhasilan program. “Keberhasilan MBG sangat bergantung pada partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kami berharap program ini mampu menciptakan generasi masa depan yang kuat, sehat, dan cerdas,” katanya.
Kegiatan sosialisasi program MBG sekaligus menegaskan kembali bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci nyata dalam memperkuat ketahanan gizi bangsa.rl










