Pementasan Genggong

BULELENG, pementasan Genggong

BULELENG-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Genggong merupakan satu satu instrument karawitan yang unik dan langka. Alat musik rakyat yang secara tradisional hanya dimainkan sebagai alat musik tunggal atau sejumlah kecil Genggong lainnya sebagai hiburan informal. Genggong dengan tambahan kecek, kenuk, kendang, suling, rindik, kempul, menjadi seni pertunjukkan musik yang memiliki estetika keindahan upacara, sarana interaksi masyarakat sebagai media pendidikan, hiburan, wahana pelestarian alam, seni dan budaya.

Dipentaskan pada agenda Buleleng Development Festival (BDF)  2024 di hari ketiga, Sekeha Genggong Dharma Jati Desa Selat, Sukasada pada panggung utama RTH Bung Karno, beberapa hari lalu mampu menyedot antusiasme pengunjung untuk menyaksikan pertunjukkan seni musik yang langka di Buleleng, bahkan satu-satunya di Buleleng yang masih eksis kesenian tradisional ini dengan ciri khas pakain Patih ini bersama 19 orang penabuh ini yang rata-rata usia diatas 50an ini membawakan tabuh seperti Tabuh Gegenderan, Pependetan, Panglungan, Singaraja Sakti masih mampu untuk menunjukkan kelihaian dalam memainkan alat musik tradisional ini.

Ditemui sebelum pentas, Ketut Yana (55) selaku Ketua Sekeha Dharma Jati Desa Selat, Sukasada ini mengatakan kesenian Genggong yang sejak 1980 an didirikan oleh Wayan Semita selaku penglingsirnya sampai sekarang masih eksis dan sering tampil diberbagai event, seperti pentas di Pawai Pembangunan, Hotel Matahari, Hotel Lovina dan pernah tampil di PKB Bali.“Musik Genggong satu-satunya ada di  Buleleng, kalau di luar Buleleng hanya  Gianyar Pegok dan Karangasem yang saya tahu. Dan pertunjukkan Genggong ini bisa dilakukan pada acara Dewa Yadnya dan Manusia Yadnya seperti tiga bulanan, jika ada yang ngupah,”akunya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top