Menurut Widwan dalam pelaksanaan rekontruksi terdapat 34 adegan hingga akhirnya korban dibuang ke Desa Pancasari setelah meninggal dunia.”Dalam adegan yang dilakukan dalam pelaksanaan rekuntruksi yakni dari pertemuan dari para pelaku dengan korban disebuah tempat hingga tempat korban dibuang,”tuturnya lagi.
Bahkan dari sekian adegan yang dilakukan dalam rekontruksi ada tiga adegan yang penting yang dilakukan di Denpasar tepatnya di kos-kosan yang membuat korban Pande meninggal dunia.”Dari sekian adegan tersebut, ada tiga adegan yang merupakan adegan terpenting yang dilakukan ketiga pelaku disebuah kos-kosan hingga membuat korban meninggal dunia,”bebernya lagi.
Pelaksanaan rekontruksi lanjut Widwan merupakan proses penyempurnaan proses penyidikan yang dilakukan jajaran kepolisian dalam mengungkap kronologis kebenaran yang terjadi dalam kasus pembunuhan tersebut.”Rekontruksi ini kita lakukan merupakan dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi dalam kasus pembunuhan yang terjadi,”jelas Widwan.
Dalam adegan yang terjadi di Denpasar terdiri dari empat titik yakni pertama pertemuan korban dan pelaku di hotel, kamar kos, rental mobil dan ditempat pembuangan mayat hanya saja Lokasi yang terjadi di Denpasar digantikan di Mapolres Buleleng.”Dari adegan tersebut terjadi di empat titik yakni pertama di hotel, tempat kos yang merupakan tempat korban disiksa, rental mobil yang merupakan tempat para pelaku menyewa mobil serta di Desa Pancasari sebagai tempat korban membuang mayat korban,”tutupnya. @gus










