Denpasar-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perjalanan melalui udara (penerbangan) kini wajib menyertakan hasil tes PCR negatif Covid-19 sebagai syarat terbaru. Hal ini kembali dikeluhkan dan memberi kekecewaan kepada industri pariwisata, terlebih di Bali yang sudah menyandang status PPKM level 2.
Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha mengatakan jika dirinya mengaku mendapat banyak keluhan dari rekan-rekan di industri pariwisata terkait persyaratan terbaru tersebut.
Pihaknya menyayangkan terhadap keputusan yang tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 ini dikatakan kembali memperketat aktivitas perjalan melalui udara. "Saat ini pariwisata sudah mulai menggeliat, tapi tiba-tiba ada keputusan PCR, ini aneh tapi nyata bagi kita," ungkapnya, Senin (25/10).
Dalam status PPKM level 2 ini, lanjutnya mengatakan, seharusnya bisa dirayakan dengan Bali terbebas pelan-pelan. Keberhasilan Bali saat ini dalam status level 2 menurutnya, tidak terlepas dari kedisiplinan dan pengorbanan masyarakat yang hendaknya diberi penghargaan dengan kemudahan akses pariwisata Bali. Seperti dilonggarkan dari sisi penerbangan, permudah alur perjalanan ke Bali atau lainnya.
Tarif tes PCR yang mencapai Rp500.000 tentu menjadi kendala bagi wisatawan. Ditambah lagi harga tiket pesawat. "Kalau misalkan harga tiket pesawat Rp500.000, untuk perjalanan ke Bali kan sudah menjadi Rp1 juta. Seharusnya itu bisa jadi tambahan biaya penginapan yang 2 hari jadi 3 hari, atau belanja UMKM bisa lebih banyak," ujarnya.










