DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kehadiran media dalam mendorong pembangunan tak bisa dipungkiri, baik yang sifatnya edukasi ataupun sosialisasi program. Tanpa adanya kehadiran media niscaya apa yang akan disampaikan pemerintah/lembaga/instansi terkait, tidak optimal sampai kepada masyarakat.
Hal itu diakui CEO Pelindo III Regional Bali-Nusra, I Wayan Eka Saputra saat berdiskusi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali IGMB Dwikora Putra yang didampingi Kordinator Aksi PWI Balu Peduli Covid-19 Dewa Made Suta Sastradhinata di Kantor Pelindo III Benoa, Denpasar, Jumat (8/5/2020). “Selama ini memang kami telah menjalin kebersamaan dengan teman-teman media yang ada di Bali sebagai bagian dari sinergitas kami,” ucap pejabat asal Bangli yang memulai karirnya dari bawah ini.
Pihaknya menyadari kehadiran media selain sebagai mitra kerja, juga sebagai kontrol dari pelaksanaan program kerja yang dicanangkan. “Saya bukannya anti kritik, tapi kritik mesti proposional yang sifatnya membangun dan memberikan solusi. Justru kalau tidak ada kritik kita akan terlena,” tandasnya.
Eka juga menyampaikan keluhannya terkait adanya oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan lantas membuat berita yang tidak semestinya dengan tujuan tertentu. “Ini sebenarnya yang mengganggu, tiba-tiba tanpa konfirmasi atau dapat data darimana langsung membuat berita miring,” ucapnya, sembari mengaku pihaknya siap mendukung peningkatan sumber daya manusia insan pers melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).










