Pelawak Buleleng Tergolek Lemah

(Last Updated On: 04/03/2018)

SINGARAJA – fajarbali.com |Pelawak asal Buleleng Made Ngurah Sadika yang lazim dengan sebutan Susik kini kondisinya sangat memprihatinkan. Pria pemeran topeng Susik bernama Ngurah Sadika kini tergolek lemah lantaran mengalami sakit komplikasi dan gagal ginjal yang dideritanya. Kini Sadika harus beristirahat total sebagai penghibur masyarakat didunia lawak. 

Ditemui di kediamannya di Jalan Kresna, Kelurahan Kendran, Buleleng, Susik Bondres hanya terduduk lemah di sebuah kursi. Seorang pelawak dengan karekter kental manja yang membuat masyarakat tertawa oleh hiburannya, hanya bisa menghabiskan hari-harinya di atas tempat duduk, sejak beberapa bulan lalu. ”Sakit dari bulan Oktober. Pertama waktu cek gula sampai 240. Ya, karena terus sibuk, jadi tidak pernah kontrol sampai merembet ke batu ginjal, itu sampai di laser batu ginjalnya. Akhirnya, November saya divonis gagal ginjal,” kata Susik Bondres ditemani istrinya, Luh Rening (44) saat ditemui beberapa hari kemarin. 
Sadika sejak tahun 1986 sudah menekuni dunia bondres dengan memerankan sosok Susik yang dikenal gadis centil, sok pintar, dan sok cantik. Bersama sanggar Dwi Mekar yang ada di Banyuning dibawah naungan seniman lawas yakni, Durpa (alm) bersama rekan lainnya, nama Susik melambung tinggi. Bukan hanya di Bali, bahkan Susik dikenal hingga ke seluruh Indonesia dengan lawakan khas Buleleng. Banyak penghargaan telah diraih, hingga mampu mengharumkan nama Buleleng dibidang seni. Namun sejak beberapa tahun belakangan lalu, Ngurah Sadika memilih mundur dari Sanggar Dwi Mekar dan membentuk Sanggar tersendiri bernama Sanggar Susik Bondres, sesuai dengan perannya dengan juga melibatkan anak pertamanya. 
Namun sejak beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Bali sudah tidak lagi melihat peran Sadika sebagai Susik, akibat sakit yang diderita. ”Sekarang cuci darah rutin di RSUD Buleleng. Bisa seminggu dua kali, tiap hari Selasa dan Jumat. Sudah dari November tidak pernah manggung lagi. Sekarang pinggang rasanya sakit, jalan saja harus dibantu,” beber Ngurah Sadika alias Susik dengan nada terbata-bata. 
Terakhir, sambung Susik, bapak dengan 2 orang anak ini manggung di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung pada Oktober 2017 lalu. Darisanalah, Susik mulai merasa lemas dan tidak kuat lagi manggung.”Saat itu sudah merasa tidak enak badan, kaki bengkak. Istirahat di rumah pak Bupati klunkung. Dari itulah, saya terus sakit sampai sekarang. Sudah sempat diopname,” ucap Susik diiyakan oleh istrinya. Bukan hanya masyarakat Bali yang merasa sedih lantaran tidak bisa melihat lagi banyolan-banyolan lawakan dari Susik. Susik sendiri pun juga sedih, dengan kondisinya ini. Sebab, diusianya yang menginjak 54 tahun, ia tidak bisa lagi menghibur masyarakat.”Selama berperan sebagai Susik, paling puas kalau lihat penonton tertawa berbahak-bahak. Artinya sukses menghibur orang,” tutur Susik.  W – 008

 

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ratusan Bibit Mangrove Ditanam di Budeng 

Ming Mar 4 , 2018
Dibaca: 14 (Last Updated On: 04/03/2018)NEGARA- fajali.com | Untuk menahan lajunya abrasi dan terjangan ombak, sebanyak 600 bibit mangrove di tanam di bekas kawasan tambak Desa Budeng Kecamatan Jembrana, Jumat (2/3/2018) lalu. Selain untuk menahan abarsi, mangrove juga melindungi perumahan warga dari hembusan angin laut. Gerakan penanaman mangrove tersebut dilakukan Pemkab […]

Berita Lainnya