“Lamaholot Bali dari dulu segini-gini aja anggotanya, kita tidak perlu mencari anggota. Biar sedikit, yang penting kompak, maka kita akan kuat. Heke Mege,” ujar Yusdi Diaz sambal mengutip tagline Lamaholot Bali, “Heke Mege”, yang artinya tetap berdiri kokoh, membantu angggota.
Sementara itu Ketua Lamaholot Bali Yosep Boleng menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kepercayaan anggota. Dia mengaku, tiga tahun sebelumnya memimpin Lamaholot Bali, dia dan para pengurus sudah memberikan yang terbaik buat warga, terutama dalam hal duka.
Disebutkannya, misi utama Lamaholot Bali adalah dalam hal duka dan suka tetapi penekanannya soal duka. “Kalau soal suka itu kan sudah direncanakan , tapi musibah datang tanpa rencana,” tegasnya.
Kepada wartawan, Yosep Boleng mengatakan, saat ini anggota aktif Lamaholot Bali 500-an orang. Karena pandemic, banyak yang pulang kampung.
“Sebelumnya anggota kami mencapi seribu lebih. Tetapi ke depan, salah satu program kami adalah membuat system informasi anggota untuk memudahkan pendataan anggota. Siapa mau bergabung silahkan, kami terima. Tapi kalau ada warga yang bukan anggota mengalami musibah, kamu juga hadir membantu namun sifatnya sebagai pribadi,” jelas Yosep Boleng.
Mengenang almarhum Frans Lebu Raya, semasa hidupnya beliau adalah putra terbaik Lamaholot yang menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur NTT.
“Khususnya bagi kami Lamaholot Bali, tiga tahun bersama beliau, terutama selama pandemic ini, beliau terlibat langsung menggalang bantuan untuk warga Lamaholot Bali, begitu warga Flobamora Bali,” kata Yosep yang sehari-hari adalah seorang teknisi PT Asa Paris Motor ini.










