“Anak-anak sekarang berani keluar dari bayang-bayang penyanyi aslinya dan menghadirkan warna baru sesuai jati diri mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Anak Agung Putu Sugiantiningsih menyampaikan kebanggaannya terhadap kualitas peserta dan kesiapan panitia. Ia berharap jumlah peserta dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya agar semakin banyak generasi muda yang terlibat.
Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Bali sejak dini. Melalui lagu pop Bali, generasi muda diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa ibu mereka.
Wimbakara Lagu Pop Bali tingkat SMA/SMK tahun ini pun menjadi bukti bahwa regenerasi penyanyi pop Bali berjalan dengan sangat baik—penuh talenta, kreativitas, dan semangat menjaga budaya.










