Agek, menambahkan pandangannya terkait tema HUT RI ke-78. Ia menilai, kondisi pendidikan saat ini memerlukan perhatian yang lebih adil bagi sekolah swasta agar mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah negeri. “Kuota penerimaan di sekolah negeri juga perlu diperjelas agar siswa kami yang sudah mendaftar tidak hilang ke negeri,” ujarnya.
Agek mengapresiasi upaya pemerintah yang telah meningkatkan jumlah tunjangan sertifikasi bagi guru non-ASN, baik guru honor maupun kontrak. Namun, ia menyoroti bahwa hingga kini sekolah di bawah Perdiknas belum tersentuh program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, tema HUT RI mencerminkan persatuan, kedaulatan, serta semangat gotong royong yang harus terus dijunjung tinggi. Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat sebagai komitmen pemerintah yang harus mendapat perhatian lebih. “Masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan. Program seperti PIP perlu diperluas jumlah penerimanya,” jelasnya.
Agek juga menilai program MBG merupakan langkah besar yang perlu dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Selain gizi, pemerintah juga diharapkan memberi perhatian pada bidang kesehatan dan pembiayaan pendidikan.
“Indonesia maju adalah harapan bersama. Kita ingin bangsa ini memiliki daya saing global, mencapai visi Indonesia Emas. Itu menjadi PR besar kita ke depan,” pungkasnya.










