Pegawai Koperasi Gantung Diri

SEMARAPURA-fajarbali.com | Entah apa permasalahan yang sedang dihadapi oleh Made Adbida (54). Sehingga pria yang berasal dari Banjar Pangi Kanginan, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung ini nekat ulah pati dengan cara gantung diri, Kamis (25/1/2018) di dalam kamarnya.



Berdasarkan informasi di lapangan, korban sehari-hari bekerja di koperasi. Pria yang memiliki tiga orang anak ini, lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya yang berada di Denpasar. Peristiwa ulah pati ini kali pertama diketahui oleh Komang Widiana (38) asal Banjar Rangdu, Desa Poh Santen, Kecamatan Mendoyo, Negara. Sekitar pukul 07.30 wita, pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini bermaksud membangunkan korban. Namun, saat pintu kamar diketuk-ketuk, Abdika tak kunjung membukanya.

Karena curiga, Widiana lantas mengintip dari celah jendela. Alangkah terkejutnya, ia melihat seutas tali tergantung. Kemudian segera ia memanggil rekan kerjanya Ketut Suciarta (44). Informasi itupun lantas diteruskan kepada kelian dan warga setempat. Warga yang mulai berdatangan pun, kembali mengecek melalui jendela dan memastikan korban memang gantung diri. Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke Polsek Dawan.




Warga sempat keselitan untuk membuka pintu kamar. Hingga akhirnya pintu tersebut terpaksa didobrak dan menurunkan jenazah korban. Tim medis yang datang pun langsung melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jenazah korban didapati dalam kondisi lidah korban menjulur keluar dan mulut  mengeluarkan air liur. Di samping itu, dan dari kelaminya mengeluarkan darah. “Dari pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sejauh ini kita juga masih mendalami motif korban bunuh diri,” ujar Kapolsek Dawan, AKP Kadek Suadnyana.

Kapolsek menyampaikan, korban dan keluarganya memang jarang pulang ke rumahnya di Desa Pikat. Baru sejak hari Rabu (24/1) lalu ia pulang kampung. Sedangkan mengenai penyebab korban gantung diri belum dapat dipastikan. “Infonya sebelum kejadian anaknya juga sempat nelpon dan sms, tapi tidak dibalas,” ujarnya. (dia)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mimih, 70 Persen ODHA di Gianyar Kalangan Muda

Kam Jan 25 , 2018
GIANYAR-fajarbali.com | Jumlah orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kabupaten Gianyar setiap tahunnya cenderung menunjukkan kenaikan. Bahkan bila dikomulatifkan sejak Tahun 1987 berjumlah 1.244 kasus. Sedangkan di tahun sebelumnya ditemukan sebanyak 1.015 kasus.  Save as PDF

Berita Lainnya