Pedagang Sembako Dilempari Bongkahan Beton, Organ Bola Mata Rusak Parah

1000902033
KORBAN ANIAYA-Korban Karyo mengalami cedera berat pada mata usai mengalami penyerangan di Kuta.
MANGUPURA -fajarbali.com |Kasus penganiayaan menimpa pedagang sembako bernama Sukaryo. Korban terpaksa menjalani perawatan intensif akibat luka cedera berat pada bagian bola mata kanan, usai dilempar bongkahan beton oleh terduga pelaku tak dikenal. 
 
Kasus dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Kuta dengan Surat Tanda Terima Pengaduan Masyarakat (STTPM) Nomor Reg: DUMAS/881/VI/2026/SPKT.UNIT RESKRIM/POLSEK KUTA/RESTA DPS/POLDA BALI. 
 
Sementara anak korban, Megawati, mengatakan bahwa kondisi ayahnya sangat memprihatinkan. Dijelaskanya, benturan keras pada mata kanan tersebut menyebabkan kerusakan yang sangat parah hingga organ penglihatan tersebut tidak lagi dapat berfungsi. 
 
"Dokter di RS Ngoerah menyarankan agar bola mata kanan diangkat karena dikhawatirkan infeksi dapat menyebar ke mata sebelahnya," bebernya, pada Selasa 30 Juni 2026. 
 
Diungkapkanya, peristiwa penganiayaan ini terjadi di Jalan Simpati, Gang Sada Nomor 5, Tuban, Kecamatan Kuta, pada Minggu 28 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WITA. 
 
Berdasarkan keterangan keluarga, bermula Sukaryo bersama istrinya, Hamsari (55) sedang melayani pembeli di warung sembako milik mereka di Jalan Simpati Nomor 11, Lingkungan Tuban Geriya. 
 
Tak lama, pelaku seorang pria bersama keponakannya datang untuk berbelanja. Usai bertransaksi, Hamsari menegur keponakan pria tersebut karena memegang tali pintu warung yang dikhawatirkan putus. 
 
Namun, teguran itu diduga disalahartikan sehingga memicu emosi pria tersebut yang kemudian meninggalkan lokasi. Tidak lama, pria itu disebut kembali ke warung dan diduga merusak atau mengacak-acak barang dagangan. 
 
Ketegangan kembali memuncak ketika pelaku datang untuk ketiga kalinya dengan membawa bongkahan beton. Sehingga benda keras tersebut diduga dilempar ke arah korban hingga menghantam mata kanan Sukaryo. 
 
Akibatnya, korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Megawati mengaku hingga kini keluarga belum mengetahui keberadaan terduga pelaku. Menurut informasi yang mereka peroleh, nomor telepon pria tersebut sudah tidak dapat dihubungi. 
 
Sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hanya terbaca tanpa mendapat balasan. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. 
 
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan laporan tersebut dan mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. 
 
"Masih dalam penyelidikan intens Polsek Kuta dan gabungan dengan Polresta," ungkapnya. R-005

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top