Pedagang Dibatasi, Harga Cabai dan Bungkilan Naik, Merebaknya Covid 19 Harga Jahe di Pasaran Naik 200 Persen

SINGARAJA – fajarbali.com | Ditengah caruk maruknya perekonomian yang diakibatkan virus Corona atau Covid 19 membuat seluruh pasar pedagangnya dibatasi dalam berjualan. Dengan adanya hal itu tentu saja membawa dampak terkait dengan harga bahan baku yang di jual di beberapa pasar utamanya yang ada di Kabupaten Buleleng bahkan kenaikan beberapa bahan pokok itu sudah terjadi semenjak satu hingga dua minggu .

 

Sebagai contoh di Pasar Banyuasri untuk harga cabe rawit merah telah mengalami kenaikan hingga Rp 80 ribu perkilogeramnya. Untuk bawang putih dan merah harga perkilogeramnya masih sekitaran Rp 40 ribu sedangkan bumbu yang lain yakni bungkilan utamanya jahe kini harganya drastic naik hingga menembus Rp 55 perkilogeramnya. Hal itu diakibatkan jahe sangat dibutuhkan untuk membuat minuman penghangat badan ditengah perkembangan virus Corona atau Covid 19.

”Kalau cabe naik begitu tinggi, bahkan bawang merah dan putih kalah sedangkan bungkilan seperti jahe paling parah naiknya hal itu diakibatkan karena banyak masyarakat yang membutuhkan untuk minuman penghangat tubuh,”tutur Sutato pedagang bumbu yang berjualan di Pasar Buleleng dengan menggunakan mobil picup, Minggu (29/3/2020) . Sedangkan di Pasar Buleleng, harga cabai rawit hijau berkisar Rp 60-65 ribu/kg dan Cabe Lombok Rp 30 ribu/kilogram. Khusus tomat harganya masih stabil di angka Rp 12.000/kilogram. Kenaikan juga terjadi pada komoditas gula pasir yang sebelumnya dibanderol Rp 13.000/kg, kini naik menjadi Rp 17.000/kilogram.

Selanjutnya harga beras premium di pasar Buleleng masih berkisar Rp 12.000/kilogram.“Harga cabe rawit memang naik. Ini saya ngambilnya di jawa. Karena di sini (Buleleng-Red) masih langka,”ujar Sutanto. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dewa Made Sudiarta saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tak menampik ada sejumlah komoditas kebutuhan pokok melonjak. Hanya saja, Sudiarta menjamin jika stok pangan tersebut masih tersedia.”Secara umum memang masih stabil. Tapi yang naik menonjol itu Gula Pasir. Kalau cabe memang naik, tapi masih wajar. Itu karena pasokan terbatas, apalagi situasi saat ini, sehingga mengalami kenaikan,”ujarnya.

Terkait stok beras dan tepung, Sudiarta menjamin kondisi cadangan aman hingga akhir tahun 2020 mendatang. Harga beras premium sebut Sudiarta masih bertengger di kisaran Rp 11.500-Rp 12.000/kg. Justru kenaikan signifikan terjadi pada bumbu jenis bungkilan (umbi-umbian).”Kalau jahe, kunyit, temulawak, itu memang naik. Apalagi sejak wabah Covid-19 memang sangat melonjak. Karena kan selain dipakai bumbu juga dipake jamu untuk menjaga imunitas. sedangkan kami mendatangkan jahe itu dari Jawa,”pungkasnya.

Di sisi lain, hari pertama diberlakukannya pembatasan jam buka operasional pasar tradisional dan modern di Buleleng masih berjalan normal. Suasana di tiga pasar tradisional seperti di Pasar Banyuasri, Pasar Buleleng dan Pasar Anyar tidak menunjukkan tanda-tanda membludaknya pembeli, kendatipun pasar hanya buka selama 4 jam, terhitung pukul 10.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita siang. Dirut PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengatakan, dari 13 pasar yang dikelola, tidak ada kunjungan pembeli yang membludak secara signifikan.

Hanya saja Yudi tak menampik jika ruas jalan Diponegoro yang berdekatan dengan areal Pasar Anyar Singaraja sempat terjadi kemacetan.”Kondisinya normal saja, berjalan cukup bagus. Pedagang semuanya menjalankan edaran dari Pak Bupati. kalau di Jalan Diponegoro memang sempat macet. mungkin karena kebijakan di hari pertama,” ujarnya. (ags).

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satu PDP di Buleleng Dipulangkan, Jumlah Total PDP yang Dirawat Menjadi Empat Orang

Sen Mar 30 , 2020
SINGARAJA – fajarbali.com | Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Buleleng kembali dipulangkan. Sehingga jumlah PDP yang dirawat di RSUD Buleleng saat ini berjumlah empat orang. Data tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd pada saat jumpa […]

Berita Lainnya