Selain ancaman disintegrasi, Gede Dana juga menyoroti pergeseran nilai sosial di kalangan pemuda saat ini, di mana budaya gotong royong mulai luntur karena generasi muda cenderung lebih sibuk dengan gawai (gadget) masing-masing. Kendati demikian, ia tetap menaruh optimisme tinggi pada generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa. "Pemudalah yang nanti akan melanjutkan dan meneruskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda masih ada semangat untuk bersatu, saya yakin bangsa ini akan tetap berdiri. Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi, bersiaplah untuk memimpin," pesan Gede Dana sekaligus memberikan motivasi agar pemuda tidak pesimis dan berani mengambil setiap peluang sekecil apa pun.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Karangasem, I Ketut Indra Sutawan, dalam pemaparannya menekankan pentingnya generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan bangsa hingga tercapainya kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, di mana pemuda selalu mengambil peran sentral di dalamnya. Ia juga mendorong para pemuda untuk mulai melek politik, aktif berorganisasi, serta menggunakan hak politik mereka secara bijak dalam rangka memperkuat fondasi demokrasi dan mencegah perpecahan.
Senada dengan hal tersebut, Komisioner KPU Karangasem, I Kadek Sukara, membawakan materi mengenai peran strategis pemuda dalam demokrasi, di mana pemuda diharapkan mampu menjadi "arsitek demokrasi" sekaligus "banteng persatuan bangsa". Seminar ini semakin interaktif saat memasuki sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi yang dipandu oleh moderatoar I Made Arda Oka. Sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan turut menyuarakan pandangan kritis mereka. Salah satunya, dari Pasikian Yoawana, Ni Kadek Intan Suastiningsih Putri menyoroti pentingnya agar aspirasi anak muda yang selama ini kerap terhenti di tengah jalan dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pemangku kebijakan. Sedangkan I Wayan Pasek Budiasa dari Peradah menyuarakan keresahan terkait ruang ekspresi dan aspirasi pemuda saat ini yang kerap merasa dibungkam. I Ketut Yoga dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) turut aktif memberikan pandangan dalam diskusi tersebut mengenai kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan daerah dan kebangsaan. (bud).










