Tujuannya, lanjut Prof. Arya, mahasiswa karawitan akan bergelut setiap hari disini. Baik belajar karawitan, pratek, dan sejarah karawitan maka tak bisa lepas dari sosok I Wayan Beratha. Demikian pula belajar komposisi, membuat komposisi karawitran, teori karawitan juga akan belajar dari sosok I Wayan Bertaha. “Mahasiswa sekarang banyak yang tak tahu sosok I Wayan Beratha, nah, lewat patung ini mereka bisa belajar,” paparnya.
Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA, mengatakan, I Wayan Beratha sempat mendapat penghargaan Siwa Nataraja dan dikukuhkan sebagai Mpu Seni Karawitan Bali oleh ISI Denpasar. Disamping seorang maestro, maka memberikan penghargaan dengan memberi nama sudio ini I Wayan Beratha.
“Anak-anak sekarang belum pernah melihat beliau, namun tahu karyanya, maka lewat patung ini mereka bisa mengetahui sosok Mpu Karawitan itu. Adanya patung ini tentu mereka akan mengetahui seperti inilah serniman alam, pekerja keras dan sangat disiplin itu. Jujur, idola saya adalah ayah saya,” terang putri I Wayan Beratha ini. W-009










