"Setiap hari juga ada audio edukasi tentang pangan sehat bebas zat berbahaya. Jadi harapan kami, mohon digetoktularkan ke lingkungan masing-masing," harapnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Sidakarya Ketut Suka, menilai lomba ini bak gayung bersambut karena pihaknya sejak pasar ini didirikan bercita-cita melindungi kesehatan masyarakat lewat pangan yang dikonsumsinya.
"Kalau kita lihat di media-media sangat mengerikan bagaimana zat berbahaya beredar di pasaran. Perilaku ini hanya memikirkan keuntungan tanpa peduli kesehatan masyarakat. Ini tidak bisa dibiarkan, apalagi 90 persen pengunjung pasar ini adalah warga adat kami," tegas Suka.
Mewakili masyarakat Sidakarya, Suka mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar atas segala perhatiannya. Sebab, menurutnya, pasar yang dibangun tahun 1980 ini awalnya kumuh. Dengan revitalisasi berkali-kali akhirnya tampil bersih dan percaya diri bersaing dengan pasar modern atau supermarket.
Dari informasi yang dihimpun, pasar Sudha Merta menampung 150 lebih pedagang, baik yang di kios, lesehan dan sengol (malam). Untuk rata-rata pembeli/pengunjung tembus 1000 orang per hari. (Gde)










