Kepala Dinas PUTR Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra menegaskan bahwa pengerjaan proyek jalan ini belum tuntas. Belum ada serah terima antara pelaksana kepada Pemkab Buleleng. Pengerjaan fisik proyek hingga hari ini, telah mencapai sekitar 85 %. Sementara pemerintah baru membayar kontraktor sejumlah 30% dari total anggaran pengerjaan. Pada titik-titik jalan yang rusak yakni sekitar 350 meter, akan dilakukan overlay atau pelapisan aspal untuk menyempurnakan kualitas keseluruhan jalan. Teknik overlay dilakukan dengan melakukan pelapisan aspal di keseluruhan ruas yang rusak, bukan hanya menambal pada bagian jalan yang berlubang saja."Ini belum kita lunasi. Nanti setelah selesai pekerjaan, baru kita bayar sisi anggaran. Kualitas juga kita akan tetap uji. Cek mutu di lab. Sehingga memenuhi spek-spek yang ada di kontrak. Jadi ini belum tuntas. Nanti kita baru serah terima setelah tuntas dan spesifikasinya memenuhi syarat seperti itu," tegasnya.
Sementara itu, Komang Suwanta Manager Lapangan PT Reksa Tiga Mitra sebagai pelaksana, menegaskan kembali bahwa kendala medan jalan yang ekstrim dan cuaca hujan menjadi penghambat penyelesaian proyek. Kontur tanah dari proyek jalan ini dijelaskan sebagai tanah yang labil. Saat hujan turun dan terkena air, tanah akan sangat licin. Namun saat panas, kondisi tanah akan berubah sangat keras. Sehingga dalam perbaikan, akan dilakukan dengan teknik overlay. Sementara dalam sisi armada pengerjaan, Suwanta mengaku bahwa alat berat dan lainnya dalam kondisi yang sangat memadai. Tantangan lainnya terdapat pada pengangkutan material."Dengan medan yang seperti ini, sempat tertunda atau mungkin membuat molor waktu. Loading material kami, tentunya ya kembali karena medan dan cuaca itu. Jua dari sisi volume, tidak bisa penuh. Itu pun kami tempuh dengan waktu hampir 1,5 jam karena harus putar lewat Rendetin. Tapi tegas bisa saya sampaikan terkait dengan viralnya kemarin ya. Artinya tanpa diviralkan juga kita pasti akan perbaiki," tegasnya. @gus










