Harman, petani bawang merah asal Desa Songan menambahkan, sesuai dengan siklus tahunan, saat ini produksi bawang merah yang dihasilkan dari budidaya sangat bagus.
Menurut dia, hak ini berkat bimbingan dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Bangli dalam upaya meningkatkan hasil pertanian.
"Hanya sayang kondisi saat ini berdasarkan siklus harga jual bawang merah yang sudah berlangsung beberapa tahun harga Bawang Merah pada saat bulan Agustus-September , mengalami penurunan yang diakibatkan terjadi panen raya yang bersamaan di beberapa daerah," katanya.
Untuk menyiasati penurunan harga , sebagian petani memilih untuk menahan stok hasil panen hingga kondisi membaik. Penimbunan itu maksimal hanya 3 bulan dari masa panen.
Kadistan Pangan Bali Sunada, kembali berujar, pentingnya melaksanakan budidaya yang baik termasuk memilih varietas yang dikembangkan. Varietas bawang merah jenis bali karet (batu ijo) merupakan salah satu dari 25 jenis varietas bawang merah unggulan yang diresmikan oleh Menteri Pertanian.
Sehingga bawang merah jenis ini sudah dilakukan observasi untuk dikaji, dievaluasi, dikarakterisasi dan diadaptasikan di beberapa sentra produksi agar produksi bawang merah yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran lantaran kualitas yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk yang lainnya.
Dari Hasil Pantauan di lapangan dengan pak harman petani bawang merah di Desa Soongan mengatakan Harga Bawang merah saat ini berkisa Rp 10.000 sd Rp11.000 / kg.tergantung jenis dan besar kecilnya ukuran. Padahal pada Kondisi normal harga jual bawang merah di tingkat petani Rp. 20.000/kg sedangkan ditingkat grosir sekitar 23.000 sd Rp 25.000./kg.










