Pameran Seni “Inner Landscapes” di Sudakara ArtSpace, Timboel Art Gallery Sasar Pasar Domestik

IMG_20260416_101325
Salah satu pengunjung pameran Timboel Art Gallery di Sudakara ArtSpace.

DENPASAR - fajarbali.com | Puluhan karya patung dipamerkan oleh Timboel Art Gallery di Sudakara ArtSpace mulai 15 April hingga 30 Juni 2026. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni reflektif, tetapi juga menandai langkah baru galeri tersebut dalam memperkuat pasar seni dalam negeri.

Karya-karya yang dipamerkan didominasi material stainless steel dan aluminium, dengan pendekatan visual yang merefleksikan dinamika kehidupan manusia.

Creative Director Timboel Art Gallery, Magistyo Tahun Emas Raharjo atau yang akrab disapa Magis, mengungkapkan bahwa selama ini karya-karya mereka lebih banyak menyasar pasar internasional.

“Sejak 1995, karya kami sudah mencapai ribuan dan setiap bulan kami ekspor minimal satu kontainer ke Amerika dan Eropa, seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol,” ujar Magis.

Namun, dalam dua tahun terakhir, pihaknya mulai melihat peluang besar di pasar domestik, khususnya Bali, seiring pertumbuhan ekonomi yang dinilai semakin kuat.

“Kami melihat perkembangan ekonomi Indonesia cukup kuat, sehingga kami mulai kembali fokus ke pasar dalam negeri,” jelasnya.

Dari sisi konsep, Inner Landscapes mengangkat tema perjalanan hidup manusia yang penuh dinamika. Setiap karya menjadi representasi fase kehidupan naik, turun, dan berbagai pengalaman yang membentuk individu.

“Tema ini menggambarkan perjalanan hidup, di mana setiap orang pasti mengalami dinamika, naik turun, dan itu yang kami tuangkan dalam karya,” katanya.

Sebagian karya juga terinspirasi dari budaya lokal Yogyakarta, termasuk simbol kuda yang memiliki makna filosofis kuat. Simbol tersebut dihadirkan dalam berbagai medium, mulai dari kayu hingga logam.

“Di daerah kami, kuda menjadi simbol yang kuat dan kami hadirkan dalam berbagai medium seperti kayu dan aluminium,” ujarnya.

Tak hanya berorientasi pada pasar, Magis menegaskan bahwa seni juga memiliki dimensi sosial. Ia mencontohkan karya patung yang pernah dibuat untuk membantu korban bencana.

BACA JUGA:  Serangan Lalat Buah Mengganas Produksi Cabai Anjlok, Petani Ketar-Ketir Saat Harga Meroket

“Kami pernah membuat patung singa setinggi enam meter di Sleman City Hall, dan hasil penjualannya 100 persen disumbangkan untuk korban gempa Palu,” ungkapnya.

Melalui pameran ini, Timboel Art Gallery berharap dapat memperkuat hubungan antara seniman, kolektor, dan publik, sekaligus mendorong seni sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di dalam negeri. Baiq

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top