Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., menekankan bahwa Bali Interfood sangat relevan dengan upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. "Ini juga menjadi ajang yang baik bagi para pelaku UMKM kita untuk berinteraksi langsung dengan pembeli potensial," ujarnya, seraya menambahkan harapannya agar pameran ini juga memicu inovasi di sektor kuliner.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran ini menyajikan beragam program inspiratif. Salah satu yang utama adalah Business Matching, yang mempertemukan pelaku usaha lokal dan internasional dengan calon mitra strategis. Pengunjung juga dapat menikmati demo memasak dan workshop interaktif bersama koki ternama seperti Chef Achen, Chef Ugay, Chef Muto, dan Chef Merry, yang akan menampilkan kreasi kuliner Asia hingga dessert modern.
Tak hanya itu, berbagai sesi edukatif dan seminar juga turut dihadirkan, seperti “Sustain the Sources: Exploring Certification Initiatives and Sustainable Sourcing for the Hospitality Sector” dari CSP dan “Elevating Guest Experience: Healthy Breakfast with Hurom” yang menginspirasi inovasi menu sehat dan berkelanjutan. Berbagai brand showcase dari Catcher Gourmet, KEWPIE, hingga GEA GETRA & Pondan juga akan menampilkan inovasi bahan baku, peralatan dapur, dan teknik kuliner terbaru.
Dengan beragam agenda yang inspiratif, Bali Interfood 2025 siap menjadi pusat kolaborasi, peluang bisnis, sekaligus wadah edukasi bagi industri makanan dan minuman di tingkat nasional dan internasional. Jangan lewatkan kesempatan untuk hadir dan manfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat kuliner terkemuka di Asia Tenggara. (M-001)










