"Kekerabatan Puri dengan Tag Tag ini sudah sejak lama, sama-sama ingin menjaga budaya. Saat di sini ada upacara kami hadir, saat puri ada upacara warga inilah yang menjadi tulang punggung kami," terangnya.
Turah Joko berharap, generasi muda di Tag Tag Tengah ke depannya mampu menjaga tradisi dan budaya seperti yang dilakukan Krama saat ini. Hal itu mengingat pengaruh globalisasi menjadi sebuah keniscayaan.
Jika tradisi dan budaya Bali tidak dilestarikan dengan baik, maka generasi berikutnya akan kehilangan identitasnya. Serta ia juga berharap generasi muda dapat menjaga kekerabatan dengan puri seperti hari ini.
Upacara ini dipimpin oleh dua sulinggih, yakni dari Griya Dukuh Tektek, Peguyangan dan Griya Reka Sari Buana, Panjer. Komponen dari setiap tahapan telah melalui diskusi bersama Krama dan penanggungjawab upacara yaitu Sulinggih.
Dengan spirit tersebut, krama berharap upacara ini dapat memberi energi positif sehingga terwujud Krama Banjar Tag Tag Tengah yang berkualitas, rukun dan sejahtera.










