Pakeling, Gaparan Musik Instrumental Orkestra. “Jangan Hanya Ingat Tetapi Berbuat”

FSBJ IV-353aa4d0

Kalau dalam konteks bencana yang terjadi belakangan ini, manusia tak hanya tahu penyebab dari cara menghadapi bencana itu, tetapi mesti diikuti dengan perbuatan menterjemahkan setelah ingat. Kalau sudah tahu yang menyebabkan, kemudian dihadapi bencana dengan melakukan sesuatu agar terhindar dari berbagai bentuk bencana.

“Ini juga menyangkut peduli sosial, tak sekedar ingat, tetapi yang penting melakukan. Di dalam sikap itu sudah pasti ada doa, dan di dalam doa belum tentu ada sikap. Harapannya harus melakukan sebuah usaha, sekecil apapun harus diwujudkan,” tegas Gung Alit.

Dalam pergelaran musik orkestra itu, tiga seniman muda berbakat, yaitu Ary Palawara, Pacet Jatayu dan I Gusti Ngurah Adi Putra saling merajut dan saling merangkai nada demi nada, hingga menghasilkan musik harmoni. “Disini kita, menceritakan kelahiran dunia dari pagi, siang dan malam, siklus kehidupan. Saya melihat kehidupan hanya di hutan dan di laut. Pada pagi hari udaranya segar, suara burung dan binatang lainnya saling bersahutan. Suara alam di gunung dan di laut, itulah yang menjadi inspirasi dari musik orkestra ini,” kata Ari Palawara.

Pukulan-pukulan musik itu mencirikan suasana nuansa balada, seakan membawa orang ke suasana pedalaman tradisi etnik yang kuat dalam sebuah daerah, seperti suasana nelayan di laut, hidup di tengah hutan.

Melodi dan dentuman drum menggambarkan kepedalaman. Karena itu, Ari Palawara memasukkan teknik gamelan Bali khususnya bilah gegenderan, dengan teknik memainkan kotekan, keklenongan, kempung dan lainnya yang menggunakan bilah 7 nada. “Kami mencoba membuat sebuah modulasi dari patet hingga selaras dengan kromatik (nada yang dirangkai dalam musik barat),” jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top