Dikatakan Denny, keunikan lain dari Gebrax Drum Competition adalah konsep kompetisinya yang menggabungkan unsur modern dan tradisional. Para peserta akan diiringi oleh backing track yang merupakan perpaduan musik modern dengan musik tradisional Bali. “Ini bukan hanya tantangan baru bagi para drummer untuk beradaptasi, tetapi juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada musisi dan audiens dari berbagai negara. Melalui musik, Gebrax menjadi jembatan yang menghubungkan seni modern dengan warisan leluhur,” ungkapnya.
Ajang ini terbagi dalam tiga kategori usia, yaitu Kategori Anak (hingga 12 tahun), Kategori Remaja (12-18 tahun), dan Kategori Umum (di atas 18 tahun), sehingga setiap drummer dari berbagai tingkatan usia memiliki kesempatan untuk berpartisipasi. Proses seleksi awal akan dilakukan secara online (audisi), dan empat finalis terbaik dari setiap kategori akan maju ke babak Grand Final yang akan diselenggarakan secara langsung di Bali.
Sementara itu, Deon Tawas selaku wakil ketua menyebutkan, Puncak dari Gebrax Drum Competition 2025 akan diselenggarakan sebagai bagian dari BALI DRUM FESTIVAL 2025 pada tanggal 22-23 Agustus 2025. Grand Final ini akan berlangsung di Living World Denpasar, sebuah lokasi strategis yang diharapkan dapat menarik perhatian banyak penonton dan komunitas drum. “Acara ini tidak hanya akan menjadi panggung pertarungan para finalis, tetapi juga menjadi festival bagi para pecinta musik dan drum untuk berkumpul, berbagi ilmu, dan merayakan semangat musik,” ucapnya.










