Operasi Ketupat Agung, Polda Bali Terjunkan 2.169 Personel Gabungan

IMG_20260312_190238
GELAR PASUKAN-Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Agung 2026 di mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur.
DENPASAR -fajarbali.com |Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Lapangan Iptu Soetarjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, pada Kamis 12 Maret 2026. Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya bersama Gubernur Bali Wayan Koster serta dihadiri unsur TNI dan berbagai instansi terkait.
 
Menurut Kapolda Bali, pelaksanaan Operasi Ketupat ini berlangsung selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026. Personel gabungan yang diterjunkan berjumlah 2.169 orang. 
 
“Operasi Ketupat Agung 2026 ini merupakan operasi pemeliharaan kamtibmas yang mengedepankan kegiatan pre-emptive, preventif, serta pengamanan lalu lintas hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur apabila terjadi pelanggaran,” tegas Kapolda. 
 
Jenderal bintang dua ini menerangkan, operasi ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat selama libur Hari Raya. 
 
Kedua, menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
 
Dikatakanya, operasi ini akan mengerahkan 2.169 personel Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder lainnya. Operasi ini melibatkan tujuh satuan tugas (satgas), yakni Satgas Pre-emptive, Satgas Preventive, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Penegakan Hukum, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Bantuan Operasi.
 
"Dalam pengamanan ini, Polda Bali telah menyiapkan 31 pos pengamanan yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, serta 5 pos terpadu yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya," bebernya. 
 
Kata Kapolda, pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan lokasi keramaian. Di antaranya 256 masjid, 539 musala, 351 lokasi salat Id, 308 titik kegiatan malam takbiran, Bandara I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan, 11 terminal, 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan.
 
Diungkapkanya, pihaknya memberikan perhatian khusus dalam rangkaian Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Di mana, sejumlah kegiatan seperti Tawur Agung Kesanga, Pawai Ogoh-ogoh, hingga Pengerupukan diperkirakan berdekatan dengan malam takbiran menjelang Idul Fitri yang diperkirakan berlangsung pada 21 atau 22 Maret 2026, meski masih menunggu penetapan resmi pemerintah.
 
“Sudah ada seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan malam takbiran. Kami telah berkoordinasi dengan semua stakeholder dan tokoh agama agar semua kegiatan tetap berjalan dengan prinsip saling menghormati,” jelas mantan Kapolda Kalimantan Utara ini. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top