Nyepi dan Tumpek Wariga Bersamaan, Refleksi Keharmonisan untuk Kesejahteraan Kehidupan

WhatsApp Image 2025-03-28 at 11.18.34_19620333
Warga Masyarakat melakukan persembahyangan dihari Tumpek Wariga

BULELENG-fajarbali.com | Konteks Nyepi tahun 2025 ini, pesan nyata adalah bahwa refleksi diri dengan melihat kembali fikiran, perkataan dan perbuatan kita sebagai sthana Tri Murti dalam diri, untuk memperoleh kesejahteraan Hidup (wariga) dan ujungan adalah kemenangan Dharma sesungguhnya (menyambut 25 hari menuju Galungan). Lalu apakah ujung tombak dari kemenangan itu? Tidak ada lain adalah keseimbangan dan keharmonisan.

Dengan harmonislah kemenangan diperoleh dan akan Sejahtera. Dengan kemenangan pula kesempurnaan rohani akan tergapai dan moksa (bebas). Jadi hari Suci Nyepi (sunya, kosong) untuk sejahtera (wariga) merupakan spirit Nyepi di tahun 2025.“Hari suci yang bersamaan ini maka bisa kita ambil landasan pemikiran yaitu Tumpek Wariga sebagai pemujaan untuk kebaikan tumbuhan untuk menyambut hari suci Galungan dan Nyepi sebagai pemujaan tiga kekuatan alam untuk melakukan penciptaan, pemeliharaan dan peleburan. Konteks Tri Murti ini adalah refleksi, reinkarnasi dan penguatan kesadaran kesemestaan hidup,”ucap I Kadek Satria selaku Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Kamis,(27/3/2025).

Menurut Kadek Satria ada beberapa hari Suci Hindu yang berlangsung bersamaan, hal ini karena perhituangan hari suci didasarkan oleh perhitungan satu tahun wuku yang lamanya 210 hari dan perhitungan sasih yang datangnya setahun sekali (tahun kabisat 366 hari dan tahun biasa 365 hari).”Tentu saja dalam kurun waktu tertentu, hari suci dengan kedua perhitungan dewasa ini akan bertemu (subadewasya). Dan pertemuannyapun bisa disebut langka,”tendasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top