Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Agen Asuransi Asal Karawang Terancam 20 Tahun Penjara 

“Hasilnya, berat bersih sabu adalah 100 gram, ekstasi warna biru terdakwa hitung berjumlah 200 butir, sedangkan ekstasi warna abu-abu sebanyak 300 butir yang selanjutnya dilaporkan kepada Masater,”

Terdakwa Renita.Foto/Ist

DENPASAR-Fajarbali.com|Wanita kelahiran Karawang, Jawa Barat bernama Renita (27) hanya bisa pasrah saat diseret ke Pengadilan Negeri Denpasar untuk diadili karena kasus narkoba. Akibat aksi nekatnya menjadi kurir barang haram, Renita yang sebelum ditangkap bekerja di agen asuransi Ini pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dalam sidang, Kamis (15/9) kemarin Renita oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana dijerat dengan dua pasal berlapis dari Undang-undang Narkotika. Yaitu Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) yang ancaman hukuman minimalnya dari dua pasal tersebut adalah 6 tahun dan 5 tahun penjara.

Baca Juga : Sudah Dituntut Ringan, Terdakwa Kasus Narkoba Ini Divonis Lebih Ringan

Baca Juga : Dituntut 8 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Narkoba Merengek Minta Divonis Ringan

Sidang yang masih berlangsung secara daring alias online itu masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa.”Terdakwa Renita ditangkap tempat tinggal di Jalan Pulau Bungin pada tanggal 10 Juni 2022 sekira pukul 22.00 WITA,” sebut Jaksa dalam dakwaannya yang dibacakan di muka sidang.

Terdakwa Renita ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

Baca Juga : Diseret ke Pengadilan, Residivis Kasus Narkoba Terancam Hukuman Berat

Baca Juga : Terjerat Kasus Narkoba, Pecatan Jaksa Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Dalam dakwaan diuraikan, sebelum ditangkap, terdakwa pada tanggal 5 Juni 2022 sekira pukul 17.00 WITA dihubungi oleh seseorang yang dikenal terdakwa bernama Master. “Master meminta kepada terdakwa untuk mengambil paketan berupa sabu dan ekstasi di Travel Purnama 99 pada tanggal 6 Juni 2022 sekira pukul 10.00 WITA,” terang Jaksa.

Setelah mengambil paketan itu, terdakwa pulang ke kosnya di Jalan Pulau Bungin Gang Nuri Blok I No. 2B Banjar Pitik Kelurahan Pemogan. Sampai di kos terdakwa lalu menimbang ekstasi dan sabu yang baru saja diambilnya itu.

Baca Juga : Tumben, Ada Kasus Narkoba di PN Denpasar Divonis 5 Bulan

Baca Juga : Barang Bukti Ganja Lumayan Banyak, Dua Terdakwa Divonis Ringan

“Hasilnya, berat bersih sabu adalah 100 gram, ekstasi warna biru terdakwa hitung berjumlah 200 butir, sedangkan ekstasi warna abu-abu sebanyak 300 butir yang selanjutnya dilaporkan kepada Masater,”ungkap Jaksa dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang.

Selanjutnya terdakwa membuat paketan-paketan sabu dan ekstasi  sesuai perintah dari Master. Setelah membuat beberapa paket, pada tanggal  7 Juni 2022 terdakwa  mendapat perintah untuk mengirim paketan-paketan sabu dan ekstasi tersebut ke beberapa tempat.

Baca Juga : Ini Penyebab Laporan Dugaan Korupsi di KONI Bali Ditutup

Baca Juga : Artis Jedar Laporkan Penyidik ke Divisi Propam Polri, Begini Respon Polda Bali

Dan akhirnya, pada hari Jumat (10/7/2022) sekira pukul 23.00 WITA, saat terdakwa baru datang dari mengirim/ menempel paketan sabu dan ekstasi dan baru saja memarkir kendaraannya, tiba-tiba datang Polisi yang langsung melakukan penangkapan. 

“Saat itu langsung dilakukan penggeledahan badan, tapi tidak ditemukan barang bukti apapun. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan kamar kost terdakwa, saat itu terdakwa mengakui bahwa ada menyimpan narkotika berupa sabu dan ekstasi,” terang JPU.

Baca Juga : Ditemukan PMH, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi di LPD Intaran Segera Beralih ke Pidsus

Baca Juga : Sembunyikan Sekilo Sabu dalam Mobil, Dituntut 9 Tahun Penjara

Kemudian Polisi menyuruh terdakwa mengambil narkoba yang disebut oleh terdakwa. Terdakwa lalu masuk kedalam kamar dan mengambil tas gendong warna hitam dan tas belanja warna hijau dari dalam kamar kemudian menyerahkannya kepada petugas Kepolisian.

Selanjutnya di depan terdakwa dan saksi-saksi, petugas membuka tas gendong warna hitam ternyata didalamnya berisi 1 kotak plastik di dalamnya terdapat 31 paket berisi kristal bening sabu, 1 kotak plastik di dalamnya terdapat 32 plastic klip masing-masing berisi 10 butir ekstasi warna biru dan warna abu-abu, 1 buah dompet warna pink berisi 1 buah timbangan digital.

Baca Juga : Tim Penyidik Pidsus Kejati Bali Geledah Kantor UPTD PAM PUPR KIM Pemprov Bali

Baca Juga : Diadili, Peran Anak Dewa Puspaka dalam Kasus Sewa Lahan Tekuak

Terdakwa kepada Polisi mengatakan bahwa narkotika yang ditemukan itu adalah miliknya yang diperoleh dari Master. Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polresta Denpasar guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Bahwa terhadap barang bukti berupa 31 paket kristal bening diduga sabu tersebut ditimbang diperoleh berat bersih keseluruhan 47,99 gram. Dan 320 butir tablet yang diduga ekstasi tersebut ditimbang diperoleh berat bersih keseluruhan 145 gram.(eli)

Next Post

Belum Sempat Nyabu sudah Ditangkap Polisi, Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara

Kam Sep 15 , 2022
Ketiga terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman
Majelis-Hakim-Kabulkan-Gugatan-Ahli-Waris-Atas-Hak-Lahan-SDN-2-Wajo-87d97e99