Nuanu Park, Oase Kreatif Baru di Bali yang Memadukan Tradisi, Alam, dan Teknologi di Nuanu Creative City

2026-05-19-at-22.18.47
Nuanu Park, taman publik seluas 1,6 hektare di Nuanu Creative City.

TABANAN-fajarbali.com | Kawasan Nuanu Creative City bersiap memperluas aksesibilitasnya bagi masyarakat luas melalui peluncuran Nuanu Park. Taman publik baru seluas 1,6 hektare ini dirancang khusus sebagai pintu masuk utama bagi pejalan kaki yang ingin mengeksplorasi ekosistem kreatif tersebut. Menjelang peresmiannya yang dijadwalkan pada musim panas mendatang, pihak pengelola menggelar sesi preview eksklusif guna memperkenalkan konsep integrasi lanskap yang ramah publik kepada rekan media.

Sebagai gerbang utama, Nuanu Park dirancang untuk mengikis kesan formal dan eksklusif yang sering melekat pada kawasan terpadu modern. Taman ini mengintegrasikan unsur alam, seni, edukasi, serta rekreasi keluarga dalam satu ruang terbuka yang inklusif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman eksplorasi yang kaya bagi pengunjung sejak langkah pertama mereka memasuki kawasan Nuanu.

Dalam acara pratinjau tersebut, para jurnalis diajak menelusuri sejumlah fasilitas unggulan yang sedang dikembangkan. Beberapa titik strategis yang menjadi sorotan antara lain amphitheatre, taman terbuka, area bermain anak (playground), Botanical Garden, dan Kids Academy. Selain itu, tersedia pula fasilitas pemacu adrenalin seperti ropes course dan zipline, area ramah hewan peliharaan, serta Nuanu Art Village yang menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif.

Salah satu daya tarik utama dari taman ini adalah gerbang resmi Nuanu Park yang berfungsi sebagai landmark budaya kontemporer. Struktur megah ini lahir dari kolaborasi erat antara seniman lokal Bali, arsitek, pematung, dan penasihat adat. Keunikannya terletak pada perpaduan harmonis antara pakem arsitektur tradisional Bali, kerajinan tangan lokal, serta sentuhan teknologi multimedia mutakhir seperti projection mapping dan instalasi media digital.

Secara filosofis, desain gerbang ini berpusat pada simbolisme Dewi Athena dan Dewi Saraswati sebagai representasi universal dari ilmu pengetahuan dan kreativitas. Visualisasi ini merepresentasikan titik temu yang kuat antara pelestarian tradisi dan arus inovasi, sekaligus membuka ruang dialog antara identitas lokal Bali dengan dinamika global. Kehadiran gerbang hidup ini menegaskan komitmen Nuanu dalam menjaga akar budaya di tengah perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Bayi Beruang Hitam Himalaya Lahir Melalui Program Konservasi di The Amazing Taman Safari Bali

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur publik ini memegang peranan yang setara dengan proyek budaya dan hospitality berskala besar lainnya di kawasan tersebut. Pihaknya berkomitmen menciptakan ruang yang hangat dan dekat dengan keseharian masyarakat. “Melalui alur pengunjung yang terencana dengan baik, publik diharapkan dapat menyaksikan dan terlibat langsung dalam perkembangan ekosistem Nuanu secara organik,” ujarnya.

Saat resmi beroperasi penuh nanti, Nuanu Park diproyeksikan menjadi pusat aktivitas komunitas yang dinamis melalui berbagai program berkala, mulai dari masterclass, aktivitas luar ruangan, hingga aktivasi budaya. Kehadiran taman publik ini tidak hanya menandai babak baru dalam linimasa pengembangan Nuanu Creative City, tetapi juga memperkaya alternatif destinasi edukatif dan rekreatif yang mengintegrasikan komunitas, alam, dan kreativitas di Pulau Dewata. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top