Nuanu Future Talks, Menakar Masa Depan Gastronomi Bali yang Profesional dan Berkelanjutan

2026-03-03-at-13.53.53
Sutala, destinasi berbasis gastronomi yang akan segera hadir di Nuanu Creative City.

TABANAN-fajarbali.com | Sektor kuliner Bali memasuki babak baru yang lebih matang dan terukur. Pada 4 Maret 2026, Nuanu Creative City resmi menyelenggarakan Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders. Forum eksklusif ini mengumpulkan deretan pemilik restoran, chef visioner, dan pelaku industri hospitality papan atas untuk merumuskan arah pengembangan sektor F&B di Pulau Dewata agar tumbuh secara bertanggung jawab dan profesional.

Dunia kuliner Bali saat ini tidak lagi sekadar soal rasa, melainkan ekosistem bisnis yang kompleks. Seiring meningkatnya minat investor internasional dan munculnya konsep-konsep restorasi berbasis talenta chef, tantangan industri pun bergeser. Isu-isu fundamental seperti kepatuhan regulasi, praktik keberlanjutan (sustainability), hingga manajemen sumber daya manusia kini menjadi penentu utama apakah sebuah bisnis mampu bertahan lama atau hanya menjadi tren sesaat di tengah persaingan yang kian ketat.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menekankan bahwa Bali telah melewati fase di mana opini saja tidak lagi cukup. Menurutnya, industri membutuhkan ruang nyata bagi para praktisi untuk berkolaborasi dan menyelaraskan perspektif. Langkah ini diambil Nuanu sebagai bentuk persiapan strategis sebelum meluncurkan Sutala Market, sebuah destinasi gastronomi ambisius yang dirancang untuk membawa standar global ke Indonesia sekaligus mempromosikan potensi lokal ke kancah dunia.

"Acara ini menghadirkan panel pembicara yang sangat impresif, mencakup nama-nama besar seperti Hans Christian (August), Syrco Bakker (Syrco Base), Will Goldfarb (Room4Dessert), hingga Wayan Kresna Yasa (HOME). Kehadiran para maestro ini bukan sekadar untuk berbagi inspirasi, melainkan untuk mendiskusikan solusi aplikatif terhadap hambatan operasional dan legalitas yang sering dihadapi oleh pelaku usaha di Bali dalam konteks pasar modern saat ini," jelas Lev Kroll.

Keberhasilan forum ini juga didorong oleh sinergi lintas sektor dengan dukungan penuh dari perusahaan besar seperti PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Hatten Bali Tbk, hingga RIEDEL The Wine Glass Company. Selain itu, kolaborasi dengan institusi seperti Bali Tourism & Investment Chamber (BTIC) dan Bali Restaurant & Cafe Association (BRCA) mempertegas komitmen kolektif untuk menciptakan kejelasan regulasi yang mendukung iklim investasi sehat.

BACA JUGA:  YELLO Hotel Kuta Beachwalk Gelar 'Beyond the Canvas', Ledakan Kreativitas di Wok’n’TOK

Fokus utama dari diskusi ini adalah mendorong peningkatan standar industri secara kolektif. Dengan menyentuh hal-hal mendasar terkait manajemen hospitality, forum ini diharapkan mampu menciptakan momentum nyata bagi para pelaku usaha untuk naik kelas. Dialog yang tercipta di Nuanu Future Talks menjadi fondasi krusial agar pengembangan infrastruktur gastronomi di masa depan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga kuat secara sistem dan etika bisnis.

Melalui inisiatif ini, Nuanu Creative City memposisikan diri sebagai katalisator yang menjembatani antara kreativitas kuliner dan profesionalisme bisnis. Hasil dari pertemuan para pemimpin gastronomi ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi industri F&B di Bali, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat tetap berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan kepatuhan hukum yang berlaku di Indonesia. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top