Nelayan Badung Selatan Keluhkan Pencemaran Air Laut

IMG-20221103-WA0066-9c8f5b0b
Serap aspirasi yang dilakukan oleh Wayan Rawan Atmaja

DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com

Pencemaran lingkungan khususnya di laut menjadi aspirasi yang disampaikan oleh para nelayan di kawasan Badung Selatan. Diketahui, pengerukan yang dilakukan oleh Pelindo di Benoa yang membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja usai turun langsung ke masyarakat dalam rangka serap aspirasi (reses). Menurutnya, masyarakat di kawasan Kuta Selatan yang kesehariannya sebagai nelayan merasakan dampak langsung dari pembangunan oleh Pelindo. Yakni pencemaran pada air laut dampak dari pembuangan hasil kerukan membuat ikan-ikan semua kabur. Bahkan, warna air laut pun berubah menjadi keruh seperti susu. 

“Hasil kerukan yang ada di Pelindo, karena dibuang dekat pantai tidak di laut lepas. Karena dekat bibir pantai, membuat airnya kayak warna susu yang membuat air tercemar dan hasil tangkapan nelayan khususnya ikan permukaan seperti tongkol kabur,” kata Rawan saat dikonfirmasi, Kamis (03/11).

Akibatnya, hasil tangkapan ikan menurun drastis sampai 90 persen. Padahal, seharusnya saat ini sudah musim ikan tongkol. Khususnya nelayan di kawasan Tanjung Benoa, Sawangan, Serangan hingga Uluwatu.

Sebagai tindaklanjut, Rawan mengaku telah berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Bali yang membidangi pembangunan. “Leading sektornya di sana (Komisi III DPRD Bali), sudah disampaikan juga dengan Ketua Komisi III, Gung Adhi Ardhana. Termasuk untuk membuangnya pasir tersebut malam, banyak ada pemancing juga, takutnya pemancing diseruduk kapal,” akunya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top