Mendorong kolaborasi antara pemangku kepentingan Indonesia dan Australia dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan budaya.
Menjajaki peluang kerja sama strategis yang memperkuat peran Bali sebagai Jembatan Persahabatan Internasional dan memperkuat hubungan bilateral jangka panjang.
Dari paparan para pembicara terungkap pentingnya relationship dan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia). Di Bali ini banyak hal yang harus dikerjasamakan, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan. Mengingat pertumbuhan pariwisata ataupun situasi global saat ini harus didasarkan pada kemampuan beradaptasi.
“SDM tidak hanya diperlukan untuk daya kompetisi, tapi juga tentang bagaimana memahami kultur kita ‘in the long run’. Sehingga dengan akar kultur yang kuat di Bali, ini menjadi dasar untuk kita meng-improve diri ke dalam untuk persiapan kompetisi. Itu yang kita coba dorong dari aktivitas ini,” ungkap Agus Maha Usadha.
“Hari ini kita ada di KEK Sanur, ada ikon yang notabene adalah partisipasi dari Australian investment. Tentu adanya trust seperti ini untuk pelayanan rumah sakit atau kesehatan terhadap tamu pada saat mereka berwisata, itu akan match,” tambahnya.
Ini merupakan kesempatan bagi tenaga kerja di bidang kesehatan untuk meng-improve diri dengan adanya standar internasional yang berbeda. SDM perlu terus di-improve untuk dua sisi: ke dalam untuk menjaga budaya (termasuk pertanian yang menjadi akar konektivitas pariwisata).
Dan ke luar untuk menjadi daya saing. Karena kalau tidak, hanya akan menjadi penonton.Pemaparan dari Prof. Wyasa Putra dan Bagus Sudibya juga menekankan tentang ‘how we improve our’ SDM, tidak hanya bicara pariwisata tapi juga bagaimana budaya itu punya korelasi terhadap ekonomi.










