Nasaruddin Umar Dinilai Kompeten Pimpin PBNU, Dukungan Menguat dari Indonesia Timur

IMG-20260701-WA0006
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. IST

Kombinasi inilah yang dinilai mampu membawa NU melompat lebih jauh di kancah internasional tanpa sedikit pun kehilangan jangkar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Kendati gelombang dukungan dari poros Indonesia Timur terus menguat dan meluas, karpet merah menuju kursi PBNU-1 tetap harus melewati ujian konstitusi organisasi.

Bagaimanapun, keputusan akhir berada di tangan para pemilik suara sah dalam Muktamar NU 2026, yang akan bergulir sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Satu yang pasti, Muktamar kali ini bukan lagi sekadar ritual lima tahunan untuk memilih figur.

Ini adalah pertaruhan besar untuk menentukan apakah NU siap bertransformasi menjadi organisasi keagamaan yang lebih inklusif, moderat, merata secara geografis, dan semakin berdampak bagi perdamaian dunia.

Salah seorang Wakil Ketua PWNU Bali Syamsul Hadi, menilai, sosok Nasaruddin Umar sudah saatnya menakhodai ormas terbesar di republik ini.

”Kapasitas keulamaan dan kapabelitas mengelola organisasi serta pola komunikasinya saya rasa tak diragukan sebagai figur yang layak memimpin PBNU kedepan,” nilai Syamsul Hadi, melalui pesan singkat yang diterima media ini di Denpasar, Rabu (1/7/2026).

Menurut Syamsul, sudah saatnya elit dan nahdliyin mengurai paradigma baru tidak mengotak-ngotakan kewilayahan dalam penjaringan figur nomor 1 di jajaran tanfidziyah NU. Ia berpendapat, sosok Nasaruddin bukan hanya layak, namun pantas mengemudi perjalanan PBNU periode berikutnya. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top