Musorprov 2017, Tentukan Masa Depan KONI Bali

Muyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali yang akan berlangsung di Buleleng pada 16 Desember 2018 mendatang, adalah hal yang sangat penting untuk menentukan masa depan KONI Bali.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Rabu (15/11/2017).

Menurut Suwandi, salah satu agenda dalam Musorprov ini adalah laporan pertanggungjawaban Pengurus KONI Bali periode 2013-2017 secara transparan. “Laporan pertangungjawaban ini akan kami sampaikan sebelum Musorprov. Sehingga dapat dikontrol oleh semua pihak,” kata Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi menambahkan, siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi Ketua Umum KONI Bali, harus lebih baik dari periode sebelumnya. Oleh karena itu, bagi anggota/voter diharapkan untuk melakukan seleksi dengan baik.

“Sekarang, KONI Bali tidak berbicara kuantitas. Namun sudah bicara pada tingkat kualitas,” jelasnya.

KONI Bali sendiri, paparnya, sudah banyak memiliki cabor, bibit, club-club yang luar biasa, dan tinggal melanjutkan bidang apa yang mau ditinggkatkan untuk lebih baik lagi. Sehingga program jangka menengah pada tahun 2020 bisa menghasilkan hal yang lebih dari periode sebelumnya. 

Ketua Umum yang baru, dikatannya, harus ada program kerja empat tahun ke depan. Terkait apa yang di senangi dan diinginkan anggota, dan bukan dari Ketua Umum Koni terpilih.

“Jadi jangan sampai ada pemikiran bahwa Musorprov ini adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Ini menentukan masa depan dari pembinaan, prestasi keolahragaan di Bali,” tegasnya. (alt)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Selama Status Gunung Agung, PAD Karangasem Merost Hampir Rp 20 Miliar

Rab Nov 15 , 2017
Meningkatnya aktivitas Gunung Agung, Selat, Karangasem membuat ratusan ribu masyarakat harus berada di pengungsian. Tidak itu saja, status GA yang sempat berada pada level IV (awas) juga membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem mengalami kerugian yang cukup fantastis. Selama dua bulan ini, PAD Karangasem merosot hampir Rp 20 miliar.  Save […]

Berita Lainnya