Menurut Dadang, Digitalisasi telah merambah ke segala lini kehidupan. Peran ITB STIKOM Bali dalam menjawab tantangan perubahan jaman adalah melahirkan SDM yang memiliki keahlian di bidang digital.
“Saat ini telah terjadi fenomena terbalik, kalau dulu SDM yang dibutuhkan dunia kerja cenderung bersifat administratif, sedangkan kemampuan digital mengikuti sesudahnya, kini fenomena itu sudah berubah,” jelasnya.
Tamatan ITB STIKOM Bali punya peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang telah beralih ke digital. Pihaknya terus mengembangkan diri, mengembangkan kurikulum untuk selalu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.
Untuk diketahui, hingga sekarang ITB STIKOM Bali memiliki tiga kampus. Kampus pusat di Renon Denpasar, ditambah kampus di Jimbaran (Badung) dan Kampus Karangasem. Mahasiswa yang mengikuti pendidikan di lembaga ini, bukan hanya dari Bali tetapi dari berbagai daerah di tanah air. Termasuk dari NTB, NTT dan daerah lainnya. (rl)










