BULELENG-fajarbali.com | Ketut Budi Adnyana terpilih sebagai ketua Gapensi Buleleng secara aklamasi. Hal tersebut tergambar saat dilakukan Musyawarah Cabang (Muscab) X yang dilakukan Gapensi Buleleng, Senin (17/3/2025) yang lalu dilaksanakan di Lovina.
Dalam kepemimpinan Budi kedepan diharapkan mampu meningkatkan daya saing yang lebih besar dalam pelaksanaan mega proyek yang ada di Buleleng kedepan.”Kami harapkan dalam pemilihan ketua Gapensi serta anggota yang baru nantinya mampu memberikan dukungan kepada pemerintah dalam mensukseskan beberapa proyek pemerintah yang lebih besar,”harap Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat dikonfirmasi seusai membuka Muscab BPC Gapensi Buleleng.
Persaingan usaha kontruksi yang ada di Kabupaten Buleleng lanjut Supriatna dirinya menggambarkan kalau sangat tidak sehat. Hal itu diakibatkan para pengusaha yang ada di Kabupaten Buleleng dinilai kalah telak dari para pengusaha diluar daerah seperti Karangasem, Denpasar, Gianyar sampau Kabupaten Klungkung.”Kalau saya amati para pengusaha yang ada di Kabupaten Buleleng sangat kurang sehat. Lantaran hal itu selalu dikalahkan oleh kabupaten yang lain yang ada di Bali. Para pengusaha kita kalah saing namuan bagaimanapun kami dari pemerintah daerah akan mencoba agar jasa kontruksi di Buleleng semakin membaik,”janjinya.
Supriatna menyebut, dalam proyek-proyek pemerintah di Buleleng pihaknya sejatinya ingin agar proyek tersebut digarap oleh pengusaha lokal. Namun karena regulasi pengadaan dilakukan secara terbuka, sehingga perusahaan di Buleleng sering kalah saing dengan perusahaan lain.“Kita tidak bisa banyak intervensi, biarlah mereka komunikasi persoalan ini. Bagaimana kegiatan jasa konstruksi dapatkan dan dikerjakan oleh perusahaan dari Buleleng. Regulasi pengadaan barang dan jasa sudah terbuka sekali, bisa diakses seluruh wilayah di Indonesia,” kata dia.










