Milenial Perlu pendidikan vokasi, SMK Penerbangan Cakra Nusantara Jembatan Sukses

Menunggu jaman berubah tanpa kesiapan adalah sebuah kesalahan. Berdasar data Mc Kinsey Global Institute, Indonesia membutuhkan sekitar 58 juta tenaga kerja terampil untuk menjadikan ekonomi Indonesia peringkat ke 7 pada 2030 mendatang.

Saat ini terjadi transisi dari pola pendidikan zaman dulu dan sekarang, sistim pendidikan saat ini harus bisa menyesuaikan dengan generasi milenial agar tak tertinggal, kewajiban lembaga pendidikan menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era industri 4.0.

SMK Penerbangan Cakra Nusantara berakreditasi A, pelopor pertama satu satunya di bali, selalu melakukan penyelarasan dan antisipasi terhadap perubahan yang terjadi, penggunaan E Learning n Telekonfrence konsep sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu, semester ini dimulai kelas bilingual pada mata pelajaran peoduktif, penguasaan bahasa asing dimulai sejak semester 1 kelas X, sementara kelas digital, virtual, 3 D imax dan lab multibahasa terus disempurnakan.

Sebagai sekolah berbasis industri dan berwawasan international, SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga melaksanakan Peraturan Menteri Perindustrian No 3 Th 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan SMK Berbasis Link & Match dengan Industri, dalam permenperind itu dijelaskan peran SMK antara lain melakukan penyusunan kurikulum mengacu kepada SKKNI, di Austria , Swiss dan Jerman, sebagai negara industri maju, usia 16 tahun sudah magang, kurikulum disiapkan industri, ini selaras dengan yang diimplementasikan di SMK Penerbangan Cakra Nusantara, sejak kelas X (kelas satu SMK) sudah mempergunakan pendidikan sistim ganda dengan industri, baik melaksanakan factory teaaching ataupun program pengalaman lapangan, jadi dasar hukumnya jelas, demikian kata Ni Made Yuning Sari Parwati M.Pd Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top