Menparekraf Apresiasi Kontribusi UMKM Terhadap Pendapatan Domestik Bruto Bali

(Last Updated On: )

Salah satu produk UMKM Bali yang dapat meningkatkan perekonomian.

 

MANGUPURA-fajarbali.com | Peran bisnis berkelanjutan dan literasi digital dalam mengembangkan sektor UMKM sangatlah krusial. Pada tahun 2024, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan naik menjadi 65 persen, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pada tahun-tahun sebelumnya keterlibatan UMKM sudah terlihat secara signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi mereka terhadap PDB mencapai 61,07 persen pada tahun 2021 atau senilai Rp 8,573,89 Triliun dan menyerap 97 persen tenaga kerja yang ada.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno pada pidato pembukaan acara Bali In Your Hands Sustainable Talks mengatakan, tahun 2021, di Provinsi Bali secara khusus sektor UMKM juga memberikan kontribusi tinggi pada PDB Bali mencapai 61 persen.

“Tahun 2024 kami berharap UMKM kembali menjadi pahlawan perekonomian Indonesia, membuka peluang usaha dan lapangan kerja dengan target 4,4 juta lapangan kerja berkualitas. UMKM yang sudah terdigitalisasi pada platform e-commerce ada 20 juta lebih dari target 30 juta pada awal tahun 2024,” ujarnya, Jumat (29/9).

Bali In Your Hands merupakan sebuah pusat pengetahuan berbasis digital dan komunitas UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman bisnis berkelanjutan mengadakan acara Sustainable Talks pada Jumat, (29/9) bertempat di Citadines Berawa, Canggu dengan menghadirkan sejumlah ahli dan pengusaha UMKM bisnis berkelanjutan di Bali.

“Kami percaya sinergi dan ekosistem bisnis berkelanjutan UMKM dapat mendorong pulihnya perekonomian Bali lebih cepat. Diharapkan dengan adanya acara ini, akan semakin banyak UMKM yang menerapkan prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan, termasuk melakukan daur ulang serta memakai energi bersih, juga melaksanakan pengukuran dampak positif usaha terhadap masyarakat secara berkala,” ungkap Myrna Soeryo selaku Chief of Strategist Bali in Your Hands sekaligus mewakili A+ Communications, sebuah firma humas berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang turut mendukung perhelatan ini.

Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sebagai tujuan nomor 12 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-bangsa, sangat erat kaitannya dalam hal penyediaan barang dan jasa dari industri UMKM. Hal ini tentulah harus didukung oleh semua pemegang kebijakan, termasuk sektor swasta.

“Sejak bergabung dengan Bali in Your Hands, saya jadi mengetahui bahwa bisnis itu tidak sekedar hanya berfokus pada menghasilkan profit, tapi ada juga kepedulian kepada sesama dan lingkungan hidup, serta menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai sosial dan bertanggung jawab ,” ucap Denny Nugraha selaku pemilik bisnis Big Boy Looks Good, penyedia pakaian pria inklusif.

Jenama bikini yang menerapkan praktek bisnis berkelanjutan dengan melakukan proses daur ulang dan didukung oleh sumber daya manusia penduduk lokal Bali, bernama Kadoo, turut ikut memeriahkan acara dengan menampilkan koleksi terbaru bikininya yang berbahan dasar econyl, materi yang berasal dari limbah laut yang didaur ulang.

Sustainable Talks kali ini menghadirkan Dinda Hervi selaku co-founder dan CEO Impactura, yang menjelaskan tentang pengukuran dampak positif bagi usaha UMKM. “Pengukuran dampak membantu UMKM untuk memahami secara lebih baik dampak positif dan negatif yang dihasilkan oleh kegiatan bisnis mereka. Dengan pemahaman yang lebih mendalam ini, UMKM dapat mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka, mempertanggungjawabkan kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan, serta menyajikan data yang jelas mengenai dampak positif yang dihasilkannya untuk mendapatkan dukungan finansial dan meningkatkan daya tarik mereka di pasar,” pungkasnya. M-001

Next Post

CSR Sonora Peduli Stunting, Beri Paket Nutrisi Bagi Anak di Wilayah Kecamatan Sukawati

Ming Okt 1 , 2023
CSR Sonora Peduli Stunting, diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dengan jaringan radio sebanyak 32 Radio Jaringan. Kegiatan ini menyasar 51 Posyandu di Indonesia, dan 3 posyandu dari Bali di bawah wilayah UPTD Puskesmas Sukawati I dan UPTD Puskesmas Sukawati II
Soroana

Berita Lainnya