Menjawab Tantangan Persoalan Lansia di Bali

LANSIA C

“Pembinaan kesehatan lansia dilaksanakan secara terpadu dengan meningkatkan peran lintas sektor” ungkapnya.

Program lansia tidak terbatas pada pelayanan kesehatan klinik saja, tetapi juga pelayanan kesehatan di luar gedung dan pemberdayaan masyarakat salah satunya sekolah Lansia.

Program Sekolah Lansia sendiri merupakan pendidikan non formal kolaborasi BKKBN Pusat dengan Yayasan IRL (Indonesia Ramah Lingkungan) bagi para lanjut usia untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan keluarga lansia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Sekolah Lansia diharapkan dapat mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan bermanfaat) melalui penerapan 7 dimensi yaitu dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, professional vokasional, dan lingkungan

Made Billy Udiana Sudibia pada kesempatan tersebut, mengapresiasi Kota Denpasar khususnya Desa Tegal Harum karena secara aktif menyelenggarakan sekolah lansia hingga menjadi sekolah lansia pertama di bali yang telah mewisuda 30 orang siswa lansia.

“Kami berterima kasih kepada desa Tegal Harum atas semangat serta komitmennya untuk menyelenggarakan sekolah lansia dan juga oleh Kepala Desa Tegal Harum pada tahun ini akan kembali melanjutkan sekolah lansia dengan menggunakan anggaran mandiri sehingga ini  tentunya perlu diapresiasi” ungkapnya

Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari pengelola program Bina Keluarga Lansia (BKL), koordinator dan kader BKL Kab/Kota.

Billy menambahkan harapannya melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader BKL tentang pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia. (rl)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top