Dalam sambutannya, Aryapatni menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha. "BIMTEK ini bukan hanya sekadar acara, melainkan wujud nyata dari peran kami sebagai pembina dan pengawas. BBPOM berkomitmen untuk memastikan produk OBA dari Bali memiliki standar kualitas tinggi agar mampu bersaing global. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri yang sehat, di mana kualitas produk menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan, BBPOM juga memperkenalkan sistem elektronik terbaru. Dengan sistem ini, pengajuan permohonan dan pemantauan status perizinan dapat dilakukan secara online. Langkah ini sejalan dengan upaya BBPOM untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, membuat proses birokrasi menjadi lebih efisien dan transparan. Optimalisasi teknologi ini diharapkan dapat mengatasi kendala birokrasi yang sering dihadapi pelaku usaha.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak pelaku usaha yang menyampaikan tantangan nyata di lapangan, mulai dari kendala teknis hingga birokrasi. Menanggapi hal ini, BBPOM Denpasar menunjukkan komitmennya untuk terus mendampingi dan memberikan solusi bagi setiap masalah yang dihadapi. “Pendampingan ini menjadi bukti bahwa BBPOM tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pembina yang siap mendukung pertumbuhan industri OBA,” ujar Aryapatni.
Aryapatni juga menegaskan peran penting masyarakat sebagai konsumen. Ia mengingatkan agar masyarakat selalu mengecek legalitas produk sebelum membeli melalui aplikasi BPOM Mobile atau laman resmi cekbpom.pom.go.id. "Obat bahan alam seharusnya aman dan bermanfaat, bukan justru berisiko," tegasnya. Pesan ini ditujukan untuk mengajak masyarakat lebih berhati-hati dan hanya menggunakan produk yang telah terdaftar di BPOM.










