Memparekraf Dukung Seminar dan Pameran Pengobatan Tradisional di Unhi. Bali Tak Kalah dengan China Soal Obat Herbal

Kalau dihitung kekayaan Bali, baik dari tumbuh – tumbuhan serta kearifan lokalnya, Bali tidak kalah dengan China yang telah menjadi negara terbesar dalam industri herbal. Harusnya Bali bisa lebih hebat dari China.

(Last Updated On: )

Pembukaan seminar dan pameran “Represents a Treasure Trove of Balinese Heritage, Through Spiritual Wellness Practices and Cultural Immersion”.

DENPASAR-fajarbali.com | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahudin Uno mendukung penuh Seminar dan Pameran Wellness: Dunia Kerja Bagi Pengobatan Tradisional yang diselenggarakan oleh Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, di Aula Taman Asoka kampus Unhi Denpasar, Rabu (29/5/2024).

Dalam sambutan secara virtual, Sandidaga Uno menyebut Bali memiliki segalanya, mulai dari alam yang memukau hingga warisan-warisan pengobatan tradisonal. Sehingga hal ini perlu dikembangkan lagi secara lebih luas.

Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster, juga hadir sebagai nara sumber pada Seminar yang mengusung tema “Represents a Treasure Trove of Balinese Heritage, Through Spiritual Wellness Practices and Cultural Immersion” itu.

Saat menjabat Gubernur Bali 2018-2023, ia telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali. Bahkan, Pergub ini dimasukkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.

Menurutnya, sistem kesehatan tradisional (usadha) Bali merupakan warisan adiluhung leluhur dan guru-guru suci Bali yang secara turun temurun telah diakui manfaatnya bagi kesehatan. Sebab, usadha Bali mencakup ajaran, ilmu pengetahuan, teknologi, dan etika dalam pencegahan dan pengobatan, serta menjaga kesehatan masyarakat Bali niskala-sakala.

Sehingga, pemajuan usadha Bali harus dilaksanakan dari hulu ke hilir melalui berbagai upaya. Salah satunya, mengembangkan manuskrip kearifan lokal Bali bidang usadha menjadi produk jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, dan kosmetik.

Koster mengatakan dalam pengembangan pengobatan tradisional Bali telah bekerjasama dengan Prodi Ayur Wedha Fakultas Kesehatan yang dimiliki Unhi Denpasar untuk mendidik anak-anak muda Bali menjadi tenaga kesehatan tradisional yang siap bekerja di Puskesmas-Kestrad, Rumah Sakit Komplementer dan Interasi. Dimana, pendidikan kesehatan tradisional ini mengacu pada kearifan lokal pengobatan usadha.

Lebih lanjut Koster menyebut bahwa Bali memiliki jenis tumbuh-tumbuhan obat yang melimpah. Bahkan, oleh leluhur telah mewariskan pengetahuan ramuan obat tradisional yang bersumber dari tumbuh – tumbuhan tersebut. Pengetahuan tersebut terdapat di dalam manuskrip kearifan lokal Bali yaitu lontar. Atas potensi tersebut, pihaknya menganalisis kekuatan Pulau Bali dengan negara China.

Kalau dihitung kekayaan Bali, baik dari tumbuh – tumbuhan serta kearifan lokalnya, Bali tidak kalah dengan China yang telah menjadi negara terbesar dalam industri herbal. Harusnya Bali bisa lebih hebat dari China. Sekarang dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, pembangunan Bali telah diarahkan berdasarkan sumber daya lokal dengan nilai – nilai kearifan lokal Sad Kerthi.           

Koster pun mengapresiasi langkah Unhi Denpasar yang merespon cepat terkait pengobatan tradisional dengan membuka Prodi Sarjana Terapan Pengobatan Tradisional. Nantinya prodi ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menjadi pengusadha yang profesional. “Rencana ke depan saya ingin mengembangkan industri herbal yang berbasis tumbuh-tumbuhan indemik yang ada di Bali,” tegas Koster.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., mengatakan bahwa peluang dunia kerja dalam pengobatan tradisional di Bali sangat tinggi. Oleh karena itu, Unhi Denpasar yang telah memiliki Prodi Ayurweda di Fakultas Kesehatan akan kembali membuka Prodi baru, yaitu Prodi Sarjana Terapan Pengobatan Tradisional.

Ini untuk menjawab agar Bali memiliki lulusan yang profesional di bidang pengobatan tradisional. Apalagi, di masa kepemimpinan Wayan Koster sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023 telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali.

“Kami di Unhi Denpasar berperan untuk menyukseskan apa yang menjadi kebijakan-kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat, salah satunya Pergub Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali. Apalagi, setelah Pergub ini diberlakukan banyak dibutuhkan tenaga pengobatan tradisional yang profesional dan memiliki hal secara hukum melaksanakan layanan kesehatan tradisional,” pungkas Prof. Damriyasa.

 

Next Post

Beli Mobil Hyundai 300 Jutaan, Dapat Hyundai IONIQ 6 Gratis di Program Roda Keberuntungan

Rab Mei 29 , 2024
"STARGAZER, STARGAZER X dan CRETA terus menjadi model-model terlaris dari Hyundai berkat fitur unggulan yang menjadikan keduanya solusi mobilitas andal bagi masyarakat Indonesia. Dengan membeli lini produk tersebut, konsumen dapat memiliki kesempatan untuk memenangkan IONIQ 6 dengan mengikuti program Roda Keberuntungan dari Hyundai"
WhatsApp Image 2024-05-29 at 20.56.21_15ab83a9

Berita Lainnya